JAKARTA –
**Borneonews - Badung, Bali**, Indonesia semakin memperkuat kerjasama bilateral dengan Kepulauan Solomon dan Republik Demokratik Kongo dalam Forum Tingkat Tinggi tentang Kemitraan Multi-Pemangku Kepentingan (HLF-MSP). Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan bahwa Indonesia telah menjalin dukungan dan kemitraan dengan negara-negara di kawasan Pasifik selama hampir 10 tahun dan berkomitmen untuk melanjutkannya. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan bilateral dengan delegasi dari Kepulauan Solomon dan Kongo. Menteri Monoarfa juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah berperan aktif dalam berbagai program pembangunan di Kepulauan Solomon, terutama sejak tahun 2018. Beberapa bentuk dukungan yang diberikan mencakup pembangunan stadion multifungsi, penanganan pandemi COVID-19, dan pengembangan kapasitas di sektor perikanan, serta program-program lainnya yang mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan. "Merupakan hal positif bagi Indonesia untuk membantu negara lain, sebagaimana Indonesia juga mendapat bantuan dari negara-negara maju. Dengan pengalaman yang kita miliki, kita dapat memberikan bantuan yang lebih baik," ujarnya. Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi masalah peningkatan permukaan laut, yang memiliki dampak signifikan bagi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Kepulauan Solomon. Menurutnya, Indonesia berusaha untuk memperkuat kerjasama di bidang ekonomi biru dan pariwisata, termasuk dalam pengembangan ekoturisme yang berkelanjutan. Di sisi lain, kerjasama bilateral Indonesia dengan Kongo juga diperkuat melalui partisipasi aktif dalam Global Partnership for Effective Development Co-operation (GPEDC), di mana Indonesia dan Kongo berperan sebagai co-chair. Bappenas lebih lanjut menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan populasi dalam strategi pembangunan Indonesia. Pertemuan bilateral ini juga membahas rencana hijau, di mana Indonesia bekerja untuk mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 51 persen pada tahun 2045. Selain itu, Indonesia dan Kongo memiliki potensi untuk bekerjasama dalam pengembangan energi baru dan terbarukan serta mobilitas listrik dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di kedua negara. "Mereka ingin belajar tentang cara perencanaan yang dilakukan Indonesia, dan akan mengirimkan para ahli ke sini. Sedangkan kita juga belajar dari mereka yang memiliki sumber daya alam berlimpah," tutup Monoarfa. ANTARA