JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Papua, melaporkan bahwa retribusi parkir di kawasan Ruko Dok II berhasil mencapai angka Rp2 miliar hingga saat ini. Meskipun jumlah tersebut terbilang signifikan, target yang telah ditetapkan untuk tahun 2024 adalah Rp4 miliar, sehingga pencapaian ini masih kurang memadai. Kepala Bapenda Kota Jayapura, Robbi Awi, menyatakan bahwa melihat waktu yang tersisa, pencapaian yang direncanakan sangat mungkin tidak akan terwujud. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak pengelola, dalam hal ini PT Angkasa Pura Supports, menjadi sangat penting. Awi menjelaskan perlunya diadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan dari retribusi parkir di kawasan tersebut. Sejak penyesuaian tarif parkir yang dilakukan pada bulan November 2023, dimana tarif kendaraan roda dua meningkat menjadi Rp3 ribu dari sebelumnya Rp2 ribu dan kendaraan roda empat menjadi Rp6 ribu dari Rp3 ribu, pihaknya masih menghadapi tantangan untuk mencapai target yang telah disepakati. Salah satu faktor yang mengecilkan harapan pencapaian target retribusi adalah dampak dari gempa bumi yang terjadi di awal tahun 2023. Gempa tersebut mengakibatkan banyak restoran harus tutup dan berpindah ke lokasi lain. Fenomena ini berimbas langsung terhadap jumlah pengunjung ke kawasan Ruko Dok II. Selain itu, pengurangan jumlah pedagang kaki lima yang biasa berjualan di dalam area tersebut juga berkontribusi pada penurunan jumlah pengunjung. Untuk mengatasi isu ini, Bapenda Kota Jayapura berencana melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Jayapura. Tujuannya adalah untuk mencari solusi efektif untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di pusat bisnis kawasan tersebut. Robbi Awi juga menambahkan bahwa adanya pemekaran daerah otonomi baru (DOB) turut mempengaruhi jumlah pengunjung ke Ruko Dok II. Dengan demikian, diperlukan strategi yang lebih baik di masa mendatang untuk menanggulangi dampak dari perubahan ini. ANTARA