SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan bahwa inflasi di wilayah ini sepanjang Agustus 2024 tetap terjaga. Bahkan, terjadi deflasi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat yang biasa terjadi saat memasuki tahun ajaran baru sekolah. Setiap awal tahun ajaran baru, biasanya terjadi lonjakan inflasi disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan akan seragam sekolah, buku, dan perlengkapan lainnya. Selain itu, tingginya permintaan tiket pesawat untuk mendukung kegiatan upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memperberat beban ekonomi. Kepala KPw BI Kaltim, Budi Widihartanto, menyatakan rasa syukurnya karena Provinsi Kaltim mampu menjaga stabilitas harga walaupun terdapat padatnya aktivitas di IKN dan masuknya tahun ajaran baru. Hal ini tampak dari laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim untuk periode Agustus 2024, yang menunjukkan adanya deflasi sebesar 0,12 persen (month-to-month/motm) atau, jika dilihat secara tahunan, inflasi akumulatif sebesar 2,13 persen (year-on-year/yoy) dan 1,19 persen (year-to-date/ytd). Deflasi bulanan Kaltim pada periode ini lebih dangkal dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,38 persen (mtm). Capaian tersebut juga lebih baik dibandingkan angka deflasi nasional yang tercatat sebesar 0,03 persen (mtm). Penurunan tingkat harga di Kaltim utamanya didorong oleh sektor makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang deflasi sebesar 0,26 persen. Komoditas yang berkontribusi termasuk ikan layang, daging ayam ras, bawang merah, tomat, dan kangkung. Harga tomat dan bawang merah menurun karena panen melimpah di daerah sentra, khususnya di Jawa Timur, yang berimbas pada ketersediaan yang melimpah di pasar. Di sisi lain, turunnya harga daging ayam ras disebabkan oleh efek penurunan permintaan setelah Hari Raya Idul Adha. Lebih jauh, deflasi tidak terlalu dalam karena pengaruh kelompok transportasi yang dipengaruhi oleh aktivitas upacara kemerdekaan republik ini, serta kelompok pendidikan akibat dimulainya tahun ajaran baru. Budi menambahkan, upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (*GNPIP*) terus dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), baik di tingkat provinsi Kaltim maupun kabupaten/kota, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga. ANTARA