JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Markus Nur Widipranoto, memberikan tanggapan mengenai curhatan masyarakat yang viral di media sosial yang ditujukan untuk Paus Fransiskus. Menurut Nurwidi, ungkapan tersebut mencerminkan harapan dan kerinduan masyarakat akan kehidupan yang damai, penuh kasih, dan persaudaraan. Ia mencatat bahwa hal ini sejalan dengan semangat yang diusung oleh Paus dalam berbagai kunjungannya. Dalam pernyataannya di depan Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta Pusat, ia menekankan pentingnya mendengarkan suara hati masyarakat. Lebih jauh, Nurwidi menyatakan bahwa Paus Fransiskus selalu menunjukkan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan isu-isu kemanusiaan. Ia berharap bahwa dialog antara Paus dan Presiden Indonesia pada pertemuan mendatang akan membahas tema-tema persaudaraan dan rasa kemanusiaan, yang diharapkan dapat mendorong perbaikan kehidupan bersama di Indonesia. Sebagai negara yang kaya akan keragaman, Nurwidi mendorong agar masyarakat Indonesia terus memelihara hubungan persaudaraan yang erat. Ia memandang perbedaan yang ada sebagai anugerah dari Tuhan yang patut disyukuri. Dalam pandangannya, perbedaan seharusnya tidak menjadi penghambat, melainkan menjadi bagian dari keindahan yang dapat membangun harmoni dalam masyarakat. Sebelumnya, narasi mengenai isu-isu kemanusiaan di Indonesia yang ditujukan kepada Paus, yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, telah menyebar luas di media sosial. Beberapa masyarakat bahkan menginginkan untuk mengatur pertemuan Paus dengan Maria Katarina Sumarsih, ibu dari seorang aktivis yang menjadi korban dalam Tragedi Semanggi. Hal ini menunjukkan harapan masyarakat agar suara mereka didengar dan perhatian terhadap isu-isu kemanusiaan semakin diperluas. ANTARA