JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dan Wakil Presiden Kamala Harris, menegaskan komitmen mereka untuk mendukung serikat-serikat pekerja dalam sebuah acara kampanye yang berlangsung pada Senin, 2 September. Dalam kesempatan ini, Biden menyatakan, "Kamala percaya, seperti halnya saya, bahwa serikat pekerja adalah tulang punggung ekonomi ini. Dia akan menjadi presiden yang bersejarah dan pro-serikat." Dalam rangka peringatan Hari Buruh, Biden menekankan pentingnya serikat pekerja dalam menciptakan kesejahteraan bagi seluruh tenaga kerja di Amerika. Ia menjelaskan, ketika serikat pekerja berfungsi dengan baik, maka semua pekerja di negara itu akan merasakan dampak positifnya. Harris, yang merupakan kandidat presiden dari Partai Demokrat, sejalan dengan visi tersebut menekankan pentingnya membangun ekonomi yang menguntungkan semua pekerja. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan bagian integral dari gerakan buruh yang diperjuangkannya. Lebih lanjut, Harris menyampaikan keberatannya terhadap rencana penjualan perusahaan *US Steel* kepada *Nippon Steel Corp.*, sebuah perusahaan asal Jepang. Ia menggarisbawahi, "US Steel adalah perusahaan Amerika yang bersejarah, dan sangat penting bagi negara kita untuk mempertahankan perusahaan baja yang kuat asal Amerika." Harris juga menegaskan persetujuannya terhadap pendapat Biden bahwa *US Steel* seharusnya tetap dimiliki dan dioperasikan oleh pihak dalam negeri. "Saya akan selalu mendukung pekerja baja Amerika dan semua pekerja Amerika," tambahnya. Menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 5 November, Biden menekankan bahwa Harris adalah "pilihan yang rasional." Ia juga menyatakan keyakinannya, "Saya mempercayainya," dan menegaskan kembali bahwa memilih Harris sebagai wakilnya adalah "keputusan terbaik yang saya buat sebagai Presiden Amerika Serikat." ANTARA