SEMARANG –
**Borneonews - Temanggung**, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung, yang terletak di Jawa Tengah, baru-baru ini mengadakan pelatihan mitigasi bencana yang berbasis masyarakat, bertajuk *sibat*, di daerah Candiroto. Pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Penjabat Bupati Temanggung, Hary Agung Wibowo, mengungkapkan bahwa inisiatif pelatihan yang diprakarsai oleh PMI sangatlah penting. Ia menyatakan, "Pelatihan mitigasi bencana yang berbasis masyarakat ini adalah suatu langkah yang luar biasa." Menurutnya, wilayah Kabupaten Temanggung, khususnya di Kecamatan Candiroto, Bejen, Wonoboyo, dan Tretep, memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor, khususnya pada saat musim hujan. Hal ini disebabkan oleh kontur tanah yang berbukit-bukit di area tersebut. Hary juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mitigasi bencana. Ia menambahkan bahwa setiap desa akan menunjuk dua orang sebagai fasilitator yang nantinya dapat menyebarkan pengetahuan dan informasi kepada warga desa lainnya. Pelatihan ini baru diadakan di empat kecamatan, namun PMI berencana untuk melanjutkan program serupa ke kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Temanggung. Wakil Ketua PMI Kabupaten Temanggung Bidang Kebencanaan, Iwan Siswanto, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dihadiri oleh 104 peserta yang berasal dari empat kecamatan. Masing-masing desa mengirimkan dua perwakilan untuk mengikuti kegiatan ini. "Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Walaupun kami tidak berharap bencana terjadi, tetapi penting bagi kami untuk siap menghadapinya dan mengurangi dampak yang mungkin timbul," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kontur tanah di Temanggung memiliki elevasi yang cukup signifikan, sekitar 20-30 derajat, yang tentunya meningkatkan risiko terjadinya bencana seperti tanah longsor dan tanah ambles. Pelatihan ini diharapkan dapat mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi di wilayah mereka. ANTARA