BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Penjabat (Pj) Bupati Seruyan, Djainuddin Noor, menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Seruyan pada tahun 2023 mengalami penurunan.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di Seruyan turun menjadi 25,8 persen, dengan penurunan sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun 2022.
"Prevalensi stunting di Seruyan turun menjadi 25,8 persen, dengan penurunan angka sebesar 8,9 persen dari tahun 2022 berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI)," katanya, Selasa, 3 September 2024
Berbagai program terus dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Seruyan. Salah satu langkah penting yang terus didorong adalah memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita melalui kunjungan rutin ke Posyandu.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pemantauan tumbuh kembang anak menjadi kunci dalam mempercepat penurunan angka stunting.
--page
"Kita terus mengupayakan penurunan prevalensi stunting, terlebih target nasional adalah 14 persen. Mudah-mudahan dengan kerjasama semua pihak, target ini bisa tercapai," tambahnya.
Pj Bupati juga menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Seruyan. (FAHRUL/y)









