**Borneonews - Koba**, Kepolisian Resor Bangka Tengah yang berada di Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan upaya untuk mencegah potensi konflik yang mungkin timbul di wilayah sekitar lokasi tambang. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melakukan sterilisasi terhadap aktivitas eksplorasi bijih timah ilegal di area tersebut.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha, ia mengungkapkan bahwa tiga lokasi utama yaitu Merbuk, Kinari, dan Pungguk telah dijadikan fokus utama untuk pembersihan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari risiko terjadinya konflik sosial di masyarakat.
Pada hari Selasa, penertiban aktivitas penambangan ilegal di kawasan lingkar tambang tersebut melibatkan ratusan anggota dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat yang terdampak, yang secara tegas menolak adanya kegiatan penambangan ilegal.
"Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa lokasi-lokasi ini benar-benar steril dari aktivitas penambangan sampai ada peraturan yang sah yang mengizinkannya," lanjutnya. Kapolres menerangkan bahwa setelah penertiban dilakukan, tidak ada lagi aktivitas yang diperbolehkan di daerah tersebut. Hingga saat ini, pihaknya tetap berupaya menggunakan pendekatan yang persuasif dan humanis untuk menangani aktivitas ilegal ini.
Pihak kepolisian juga memberi kesempatan kepada pemilik pontonkapal yang digunakan untuk menyedot bijih timahuntuk membongkar peralatan mereka dan mengeluarkannya dari lokasi yang terdampak. "Kami tidak akan melakukan pembongkaran paksa, tetapi memberi kesempatan bagi para penambang untuk melakukannya sendiri," jelasnya lebih lanjut.
Terdapat beberapa alasan di balik keputusan untuk melaksanakan penertiban dan sterilisasi di wilayah-wilayah yang terkait dengan tambang tersebut, termasuk potensi konflik sosial, penolakan dari warga setempat, serta kerusakan lingkungan yang dapat berakibat pada terjadinya banjir.
"Langkah yang kita ambil setelah penertiban adalah mengidentifikasi serta mencegah kemungkinan munculnya kembali aktivitas penambangan ilegal di area tersebut," tambah Aditya.
Dia juga menyampaikan harapan bahwa kegiatan pertambangan ilegal yang telah berlangsung selama belasan tahun tersebut dapat dihentikan secara total dengan melibatkan berbagai pihak, terutama masyarakat yang terkena dampak.
"Saya sangat serius dalam mengatasi situasi ini, dan kami telah memetakan berbagai tantangan serta kendala yang ada," ungkapnya. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif yang bertujuan untuk mencari solusi dari akar masalah dan menemukan cara yang paling efektif untuk menangani persoalan tersebut.
"Penegakan hukum dapat dipertimbangkan, namun itu adalah langkah terakhir, karena ada banyak aspek sosial yang perlu dijadikan pertimbangan, sehingga upaya persuasif menjadi langkah utama yang harus kami jalani," pungkasnya.
ANTARA
Upaya Polres Bangka Tengah Cegah Konflik di Wilayah Tambang
Bagikan:

BANGKA BELITUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







