JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan pertemuan dengan para ulama asal Madura, Jawa Timur, untuk mendengarkan aspirasi terkait Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pertemuan ini diadakan di rumah dinas Wakil Presiden. Muhdlar Abdullah, yang merupakan perwakilan dari Lembaga Pengkajian Islam (LPI) An-Noun Palengaan, Pamekasan, mengungkapkan bahwa audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan surat aspirasi dari masyarakat Madura. Masyarakat di daerah tersebut, khususnya umat Muslim, merasa cemas mengenai isi Pasal 103 ayat 4 dalam peraturan tersebut. Pasal yang dimaksud menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan reproduksi harus mencakup beberapa hal, di antaranya deteksi dini penyakit, pengobatan, rehabilitasi, konseling, serta penyediaan alat kontrasepsi. Di sinilah terdapat keprihatinan dari ulama Madura mengenai poin terakhir, yaitu penyediaan alat kontrasepsi. Muhdlar menegaskan, para kiai Madura yang tergabung dalam jaringan pesantren telah menyampaikan hal ini kepada Wakil Presiden. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Presiden menunjukkan dukungan terhadap keinginan masyarakat Madura. Ia mendengarkan dengan saksama dan meminta stafnya untuk menyampaikan aspirasi ulama kepada pihak yang berwenang, termasuk Menteri Kesehatan. Lebih lanjut, perwakilan ulama tersebut menyampaikan bahwa Wakil Presiden berkomitmen untuk memahami dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat tersebut. Ia juga menegaskan perlunya klarifikasi terhadap pasal-pasal yang mungkin menimbulkan berbagai interpretasi. Jika diperlukan, pasal-pasal yang dianggap kontradiktif bisa saja dihapus. Dalam dialog tersebut, Wakil Presiden juga membahas isu-isu umum yang menyangkut perjuangan untuk menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menekankan pentingnya peran umat Islam dalam memberikan kontribusi terhadap kepentingan bangsa dan negara untuk masa depan. Selain Muhdlar Abdullah, hadir pula sejumlah ulama Madura lainnya, antara lain Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, Taufik Hasyim, perwakilan dari Lembaga Pesantren Islam Al-Hamdi Pamekasan, Rofi'e Baidlowi, dan perwakilan Ponpes Al-Amin Sumenep, KH Sofyan. Selain itu, ada juga perwakilan dari Ponpes Salafiah Bujahan, Bangkalan, Syafi' Rofi'i, dari Ponpes Al-Nasiri Seninan Bangkalan, Nasir Makki, dari Ponpes Darul Ulum Gersempal Sampang, Syafi'uddin Abd Wahid, serta perwakilan dari Ponpes Al Ihsan Jarangoan Sampang, KH Muklis. ANTARA