BORNEONEWS, Pangjkalan Bun - Dokter yang dikabarkan menjadi tersangka atas dugaan pembakaran lahan miliknya seluas 9 hektar di Pangkalan Lima, Jalan Pelabuhan Tempenek ternyata justru merupakan pelapor atas terjadinya kebakaran di atas lahan miliknya, Kamis, (14/7/2016).

Kepada Borneonews dokter MM menceritakan bahwa ia mengetahui ada hotspot (titik api) di lahan miliknya dari laporan karyawannya melalui sambungan telepon seluler. Saat mendapat laporan tersebut ia segera meluncur ke lokasi lahannya dan bersama karyawannya memadamkan api tersebut dengan peralatan manual.

Menurutnya pada awalnya api mereka padamkan, namun api kembali muncul dan karena hembusan angin terlalu kencang, api segera meluas dan membakar padang ilalang dan pohon-pohon kecil di sekitarnya. Kemudian dokter MM berinisiatif menelpon PT. Bersama dan Pemadam Kebakaran Pemkab Kobar untuk meminta pertolongan. Oleh petugas Damkar dikatakan bahwa unit akan turun bersama tim. 

Saat itu pula tim patroli gabungan yang melibatkan personil Kodim 1014/Pbn, Polres Kobar, Satpol PP, BKSDA dan BPBD Kobar segera meluncur ke TKP. Dokter MM, karyawannya serta tim patroli gabungan secara bahu-membahu memadamkan api tersebut. 

"Saya sebenarnya justru yang melaporkan ada kebakaran di lahan milik saya, dan bukan sebagai pelaku pembakaran lahan," ujar dokter MM saat ditemui Borneonews di kediamannya, Jumat (15/7/2016).

Ia juga menjelaskan bahwa dari sembilan hektar lahan miliknya yang sebagian sudah ada tanam tumbuhnya, seluas lima hektar yang dimakan api dan bukan 9 hektar. Namun berkat kesigapan masyarakat, tim terpadu patroli karhutla api dapat dipadamkan. 

"Kita bahu membahu bersama personil tim patroli gabungan untuk memadamkan api," pungkas dokter MM (KOKO SULISTYO/m)