BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang terpasang di perempatan Jalan Sutan Syahrir Pangkalan Bun, untuk kesekian kalinya sejak beberapa bulan terakhir, kembali dirusak. Aksi vandalis itu diduga ada hubungannya dengan ramainya aktivitas malam hari anak-anak muda di Jalan Sutan Syahrir.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kobar, Petrus Rinda mengatakan, salah satu APILL di perempatan Jalan Sutan Syahrir rusak akibat aksi vandalisme, atau perusakan secara disengaja. Perusakan terhadap APILL yang diperkirakan terjadi pada Rabu (13/7/2016)  itu bukan kali pertamanya terjadi. Terhitung sejak sekitar Maret lalu, minimal sudah 4 kali terjadi perusakaan APILL di perempatan jalan itu.

Petrus Rinda mengaku heran, fasilitas publik pengatur lalu lintas di jalan itu kerap sekali menjadi sasaran vandalisme. Bahkan diduga dilakukan secara sengaja. Apabila pada kejadian sebelumnya kerap dirusak dengan cara dilempar benda keras. Kali ini berbeda, salah satu lampu APILL di jalan itu dilepas dari tempatnya.

"Yang kemarin itu dilepas, tapi tidak dicuri. Entah gimana cara melepasnya dan apa tujuannya. Yang sebelum-sebelumnya dilempari batu atau dipecah. Kalau di tempat ramai seperti itu, bisa jadi dilakukan oleh anak-anak yang kalau malam sering nongkrong, atau mabuk-mabukan atau yang ngebut-ngebutan di jalan itu. Kemarin (14/7) langsung kami laporkan ke kepolisian," kata Petrus Rinda, Jumat (15/7/2016).

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, M Nursyah Iksan menambahkan, perusakan APILL ini diketahui berdasarkan laporan warga. Salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, pada Kamis (14/7) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, mendapati salah satu lampu APILL di perempatan itu, tepatnya jalur dari dan menuju komplek pabrik PT Korindo, tidak terpasang pada tempatnya dan ditemukan berada di sekitar tiang APILL. 

Perusakan APILL di perempatan Jalan Sutan Syahrir diakuinya sering terjadi. Bahkan dari beberapa kali kejadian, sistem listrik pengatur nyala lampu APILL di jalan itu juga kerap disabotase atau dimatikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dirinya berharap di tahun mendatang pemerintah daerah bersedia menganggarkan dana untuk pemasangan sistem integrasi APILL dan CCTV di Kobar. (RADEN ARYO/m)