PADANG –
**Borneonews - Bukittinggi**, Pemerintah Kota Bukittinggi, yang terletak di Sumatera Barat, melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan kegiatan yang berfokus pada kesehatan wanita. Kegiatan ini mencakup pelaksanaan *Gebyar Tes Inspeksi Visual Asam Asetat* (IVA) dan pemeriksaan payudara secara klinis. Acara tersebut berlangsung di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Prodi Kebidanan Kota Bukittinggi. Selain itu, dalam kegiatan yang sama, dilakukan juga pelatihan mengenai pemasangan metode kontrasepsi jangka panjang. Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Feroza, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi perempuan dalam program skrining untuk kanker serviks dan kanker payudara. Menurutnya, *Gebyar IVA* dan pemeriksaan payudara yang dikenal dengan sebutan *sadanis*, bersama dengan sosialisasi mengenai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), merupakan inisiatif yang sangat penting. Linda menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 110 partisipan yang menjadi sasaran tes IVA dan pemeriksaan payudara dari tujuh puskesmas yang ada di kota tersebut. Di sisi lain, terdapat pula 30 peserta yang mengikuti program kontrasepsi jangka panjang, baik itu melalui *IUD* maupun implan. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Fiona Erman Safar, menambahkan bahwa di tahun 2023, jumlah kunjungan untuk deteksi dini kanker serviks di Bukittinggi mencapai 344 wanita usia subur, yang setara dengan 1,6 persen dari total populasi perempuan yang berada dalam kategori tersebut. Dari total 20.880 wanita usia subur, angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks masih cukup rendah. Oleh sebab itu, pelaksanaan *Gebyar IVA*, pemeriksaan payudara, dan program kontrasepsi jangka panjang adalah langkah konkret yang diambil oleh Pemerintah Kota Bukittinggi untuk mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran dan melakukan deteksi dini terhadap kanker leher rahim. ANTARA