**Borneonews - Cianjur**, Pemerintah Kabupaten Cianjur, yang terletak di Jawa Barat, tengah melakukan persiapan untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung panjang. Salah satu langkah yang diambil adalah menyiapkan pasokan air bersih dan pembangunan sumur bor. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi masalah sulitnya akses terhadap air bersih serta kebutuhan irigasi pertanian yang terpengaruh oleh kondisi kekeringan.
Bupati Cianjur, Herman Suherman, dalam keterangan yang disampaikan pada hari Selasa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mukti Cianjur dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. Mereka diminta untuk menyiagakan armada guna menyediakan air bersih bagi masyarakat yang tinggal di sejumlah kecamatan yang mengalami dampak dari musim kemarau ini.
Menurut Bupati, pada hari yang sama, ia bersama tiga unit truk tangki dari Perumdam Cianjur mendistribusikan sekitar 12 ribu liter air bersih ke warga di Kecamatan Cibeber yang terkena dampak kemarau. Ia juga menegaskan bahwa pelayanan distribusi air bersih tersebut akan dilakukan secara aktif selama 24 jam demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana untuk membangun sumur bor di berbagai lokasi yang teridentifikasi sebagai daerah rawan kekeringan. Langkah ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor pertanian di masa depan. Dengan rencana tersebut, setiap RT dan RW di wilayah yang rawan kekeringan akan mendapatkan satu sumur bor, sehingga keberlanjutan suplai air dapat terjamin.
Herman juga menambahkan bahwa bagi komunitas lainnya yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih, diharapkan untuk segera melaporkan situasi tersebut kepada pihak desa atau kecamatan. Dengan demikian, Pemkab Cianjur dapat menindaklanjuti dengan pengiriman pasokan air melalui truk tangki atau pembangunan sumur bor sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sukma Wijaya, menjelaskan bahwa selama dua bulan terakhir, berbagai kecamatan di wilayah utara hingga selatan telah mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih akibat sumber air yang kering. Namun hingga saat ini, BPBD belum menerima laporan resmi dari masyarakat mengenai dampak kekeringan. Meski demikian, ia menyampaikan bahwa beberapa wilayah telah mengajukan permohonan untuk pembangunan sumur bor sebagai langkah antisipasi menghadapi kesulitan pasokan air bersih yang mungkin terjadi selama musim kemarau yang panjang ini.
Asep menambahkan bahwa informasi tentang kesulitan yang dialami oleh beberapa kecamatan sudah diterima, meskipun permohonan resmi terkait pasokan air belum ada yang masuk. Sementara itu, pengajuan pembangunan sumur bor sebagai langkah antisipasi telah mencapai lebih dari lima titik dalam dua bulan terakhir.
ANTARA
Cianjur Siapkan Sumur Bor dan Air Bersih Hadapi Musim Kemarau
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







