PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak** Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, telah melakukan pertemuan dengan Menteri Transportasi Sarawak, YB Dato' Sri Lee Kim Shin. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas penguatan kerja sama dalam sektor transportasi antara Indonesia dan Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, Harisson menekankan pentingnya memperbaiki hubungan kerja sama yang sebelumnya terhenti akibat perbedaan regulasi antara kedua negara. Ia berharap pertemuan ini akan menjadi langkah awal untuk mengatasi berbagai kendala yang menghambat kerja sama transportasi tersebut. Salah satu titik fokus pembicaraan adalah reaktivasi penerbangan langsung rute Kuching-Pontianak (PP). Selain itu, ada juga rencana untuk meningkatkan fasilitas di beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) seperti di Entikong, Badau, Aruk, dan Jagoi Babang. Harisson juga mengusulkan agar jam operasional di PLBN Entikong-Kuching disesuaikan, terutama pada saat musim puncak. Hal ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang yang sering terjadi. "Kami mengusulkan agar jam operasional kembali seperti sebelum pandemi *COVID-19*, yakni mulai pukul 05.00 WIB hingga 17.00 WIB," ujarnya. Lebih lanjut, ia menyarankan agar rute perjalanan langsung dari Kuching ke Singkawang dapat dilaksanakan tanpa perlu adanya pergantian kendaraan di perbatasan. Saat ini, penumpang harus berpindah kendaraan dengan jarak sekitar 500 meter, dan Harisson berharap ini bisa disederhanakan. Menteri Transportasi Sarawak, YB Dato' Sri Lee Kim Shin, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan pentingnya hubungan yang saling menguntungkan antara Malaysia dan Kalimantan Barat. Lee berharap Pemerintah Indonesia dapat memberikan akses yang lebih luas bagi warga Malaysia untuk berkunjung dan menjalin kerja sama ekonomi yang lebih erat, terutama dengan Kalimantan Barat. "Hubungan ini perlu diperkuat lebih jauh, terutama dalam sektor-sektor yang memiliki potensi besar seperti pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan," tambahnya. Pada akhir pertemuan, kedua pihak melakukan pertukaran cenderamata sebagai simbol dari hubungan yang harmonis. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi antara Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia, di berbagai sektor strategis. ANTARA