PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Syahrudin Durasid, dari tim pemenangan Willy M Yoseph-Habib Ismail Bin Yahya menilai rilis Survei Poltracking Indonesia dianggap adanya ketidakpuasan terhadap hasil survei elektabilitas calon Gubernur Kalimantan Tengah pada Pilkada 2024. 

Menurut Syahrudin, hasil survei tersebut tidak mencerminkan realitas dan dianggap sebagai upaya dari kandidat lain untuk mendiskreditkan pasangan yang didukungnya dengan cara yang tidak etis.

Ia menuding survei itu sebagai pembohongan publik dan bagian dari strategi politik tidak sehat yang menyebarkan opini yang dianggap sebagai hoaks.

"Kami meminta Survei Poltracking Indonesia untuk klarifikasi ini, tanggal 7 itu pasangan Willy-Habib belum ada, Pak Koyem masih sama Sigit, dan pak Razak masih dengan Perdie," kata Syahrudin dalam jumpa pers yang digelar tim pemenangan Willy-Habib, Selasa, 3 September 2024.

Syahrudin mengatakan, hal itu bisa jadi ketegangan dalam persaingan politik Pilkada Kalteng, di mana survei sering kali menjadi alat untuk mempengaruhi persepsi publik. 

--page

"Tim pemenangan Willy-Habib merasa bahwa survei tersebut tidak netral dan digunakan untuk membentuk opini publik secara negatif terhadap kandidat," tandasnya. (MARINI/j)