JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan komitmen organisasi tersebut untuk bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Penegasan ini diperlukan karena adanya sejumlah purnawirawan TNI dan Polri yang turut mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Agum menyatakan bahwa sebagai organisasi, Pepabri tidak akan berpihak pada salah satu calon. Namun, ia juga menambahkan bahwa setiap anggota, sebagai individu, memiliki hak untuk memberikan suara mereka dalam pemilu. "Sebagai organisasi, Pepabri bersikap netral, tetapi sebagai individu punya hak memilih," ujarnya saat ditemui di kantor DPP Pepabri di Jakarta Pusat. Ia menekankan bahwa setiap mantan anggota TNI dan Polri, baik yang telah pensiun maupun yang telah purna, memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih. Hal ini membuat keberadaan banyak mantan pejabat tinggi TNI dan Polri yang berpartisipasi dalam Pilkada 2024 menjadi sesuatu yang wajar. Agum mencatat bahwa saat ini terjadi persaingan ketat antara mantan pejabat tersebut untuk memperebutkan kursi kepala daerah. Lebih lanjut, Agum menyatakan bahwa Pepabri memberikan kebebasan kepada seluruh anggota untuk menentukan pilihan politik mereka sendiri sesuai dengan hati nurani masing-masing. Namun, ia juga mengingatkan kepada seluruh anggotanya dan masyarakat luas agar tidak membiarkan perbedaan dukungan politik menyebabkan perpecahan. Agum menekankan pentingnya menghormati setiap pilihan politik demi menjaga iklim demokrasi yang sehat di Indonesia. "Perbedaan ini sifatnya sementara; begitu Pilkada selesai, tidak ada lagi perbedaan. Kita harus bersatu lagi," katanya. Ia mengajak semua pihak untuk menghormati hasil pemilihan yang dilakukan secara demokratis. Berkaitan dengan Pilkada yang akan datang, sudah terdapat beberapa wilayah yang disoroti karena kehadiran calon-calon dengan latar belakang yang kuat dari institusi Polri dan TNI. Salah satu contohnya adalah Pilkada di Jawa Tengah, di mana terjadi persaingan antara mantan Kapolda Jawa Tengah, Komjen Pol Ahmad Luthfi, dan Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa. Keduanya kini sedang memperebutkan kursi Gubernur Jawa Tengah, dengan Ahmad Lutfi diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan Andika Perkasa didukung oleh PDI Perjuangan. ANTARA