**Borneonews - Lebak**, Kerukunan umat beragama di Kabupaten Lebak diakui sebagai yang terbaik di Provinsi Banten. Di kawasan ini, masyarakat hidup berdampingan dengan harmonis tanpa adanya perbedaan yang mencolok terkait keyakinan, suku, budaya, atau bahasa.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, H Haerudin, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya membina dan memperkuat hubungan antarumat beragama melalui silaturahmi dan dialog. Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan atmosfer yang kondusif di tengah perbedaan yang ada. Hingga saat ini, FKUB aktif dalam menyosialisasikan Peraturan Bersama (PBM) yang dikeluarkan oleh Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, yang masing-masing bernomor 8 dan 9 tahun 2006.
Sosialisasi tersebut melibatkan dialog kerukunan antar umat beragama, pembangunan tempat ibadah, serta menjaga harmonisasi di dalam komunitas keagamaan. Merujuk pada kondisi di Rangkasbitung, tempat ibadah dari berbagai agama dapat ditemukan berdekatan, seperti Masjid Agung yang letaknya bersebelahan dengan Gereja Katolik, serta Gereja Pasundan dan Gereja Bethel yang juga tidak jauh dari Masjid Lebak Pasar. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kerukunan dan toleransi dapat hidup dan berkembang dengan baik di wilayah tersebut.
FKUB, bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Lebak, telah mendirikan kampung moderasi di tiga wilayah: Kecamatan Rangkasbitung, Maja, dan Leuwidamar. Inisiatif kampung moderasi ini diharapkan dapat lebih menguatkan kerukunan antarumat beragama. Masyarakat diajak untuk saling membantu dan bergotong royong tanpa memandang perbedaan keyakinan yang ada.
Haerudin menegaskan bahwa selama ini hubungan antarumat beragama di Kabupaten Lebak berlangsung dengan baik, tanpa adanya tindakan kekerasan atau ancaman perpecahan. Pembinaan kepada semua agama yang dianut masyarakat dilakukan secara intensif melalui pertemuan dan dialog. Dalam konteks ini, hubungan antara pemeluk Islam, Katolik, Kristen, Konghuchu, Hindu, dan Buddha serta masyarakat Badui terjalin dengan sangat baik.
Bila terdapat perbedaan pendapat, penyelesaiannya dilakukan melalui musyawarah yang mengutamakan kepentingan yang lebih besar demi perdamaian bersama. Haerudin menambahkan bahwa kehidupan yang berdampingan tanpa konflik sosial sudah menjadi bagian dari sejarah masyarakat di daerah tersebut.
Sukanta, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lebak, mengemukakan bahwa pihaknya secara rutin mengadakan dialog dan pembinaan antarumat beragama di setiap kecamatan. Masyarakat di daerah ini dikenal dengan keragaman yang sangat kaya, terdiri dari perbedaan suku, bahasa, budaya, dan agama, namun semua elemen tersebut dapat hidup dalam suasana rukun dan damai.
Contoh nyata dari kerukunan ini terlihat pada pendirian tempat ibadah sementara di Desa Curugbadak, Kecamatan Maja, yang berlangsung dengan sangat damai. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melestarikan nilai-nilai harmonisasi melalui berbagai upaya pembinaan dan dialog. Dengan demikian, keberagaman yang ada dapat memperkuat persatuan dan kesatuan di masyarakat.
Pihak pemerintah daerah mengapresiasi Kabupaten Lebak sebagai contoh dalam hal harmonisasi antarumat beragama di Banten.
ANTARA
Kerukunan Antarumat Beragama Terbaik di Kabupaten Lebak Banten
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







