BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang pria tewas di dalam kamar sebuah hotel melati di Jalan Sukma Arianingrat, Kelurahan Baru Pangkalan Bun. Pria berinisial SG ini ditemukan tewas gantung diri dengan tali jemuran di ventilasi jendela kamar nomor 18 hotel tersebut, Jumat (15/7/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Terungkapnya peristiwa ini bermula ketika Ratam, resepsionis hotel itu hendak mengingatkan waktu menginap SG di hotel telah habis. Namun, saat ia ketuk pintu kamarnya tak juga mendapat respons, Ratam curiga. Ia kemudian melaporkan kecurigaannya pada polisi. "Saya segera menghubungi polres untuk mengecek kondisi tamu," Ungkap Ratam, Jumat (15/7/2016).

Setelah petugas kepolisian datang, Ratam membuka pintu kamar itu menggunakan kunci cadangan, dan petugas mendapati pria yang tercatat sebagai warga Perum Agung Wangga Agung, Jalur 6, RT 08, Kelurahan Baamang, Sampit itu sudah tewas gantung diri.

Menurut Ratam, sejak chek in pada Kamis (14/7/2016) SG tidak keluar kamar hotel.

Kepala Instalasi Jenazah RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun, Sukardi menjelaskan, berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan luka lain pada tubuh SG selain bekas jeratan di leher.

Ia menyebut korban meninggal karena tulang leher tenggorokan patah. Selain itu leher korban menghitam, bekas jeratan dengan kedalaman lebih dari 1 cm. Diduga korban kehabisan nafas hingga meninggal dunia.

Sukardi memperkirakan korban tewas 4 jam sebelum ditemukan. Dugaan ini muncul karena saat dibawa ke ruang jenazah korban masih hangat.

Ia menambahkan, keluarga korban bersama pihak perusahaan tempat SG bekerja sedang menuju ke Pangkalan Bun. Rencananya pihak keluarga akan memulangkan jenazah SG ke kampung halamannya di Medan menggunakan pesawat. "Ini keluarga sudah mengurus jenazahnya , besok rencananya akan diterbangkan ke Medan," kata Sukardi.

Sebelum tewas, korban sepertinya berencana hendak berangkat ke Semarang. Sebab, dalam kamarnya ditemukan sebuah tiket pesawat jurusan Semarang. (Koko Sulistyo/B-10)