DENPASAR –
**Borneonews - Badung**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengincar pegiat industri dirgantara sebagai target wisatawan dalam acara Bali International Airshow (BIAS) 2024. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, pengunjung yang diharapkan hadir adalah para pelaku industri dirgantara, termasuk produsen pesawat, yang antara lain diwakili oleh perusahaan seperti Boeing. Pada kesempatan Rapat Koordinasi untuk BIAS 2024 yang berlangsung di Badung, Bali, Sandiaga menekankan pentingnya kehadiran wisatawan dari sektor kedirgantaraan ini. Hal ini dianggap dapat menjadi peluang untuk mempromosikan dan memasarkan lebih banyak produk dalam negeri yang diproduksi oleh PT Dirgantara. Untuk mendukung acara ini, Kemenparekraf tidak hanya akan berfokus pada promosi dan publikasi, tetapi juga berencana menciptakan berbagai paket wisata. Kerjasama dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) akan menjadi kunci dalam menciptakan program-program menarik yang memanfaatkan daya tarik pameran kedirgantaraan internasional ini. Sandiaga menyebutkan bahwa potensi paket wisata yang dapat dikembangkan termasuk kegiatan paralayang di Kintamani dan penggunaan landasan di Bali Utara untuk latihan para pegiat dirgantara. Selain itu, paket wisata berbasis budaya juga akan menjadi daya tarik yang kuat, mengingat Bali dikenal dengan keindahan budaya dan alamnya. Menteri Sandiaga juga berbagi pengalamannya saat muda, ketika ia menghadiri pameran kedirgantaraan yang juga dianggap sebagai kegiatan wisata yang berkualitas. Ia mencatat bahwa pengunjung di acara tersebut cenderung tinggal lebih lama dan mengeluarkan biaya yang lebih besar. "Kali ini, kami berharap pertunjukan udara di Bali, yang setelah lebih dari 20 tahun absen, dapat menarik hingga 3.000 wisatawan. Selain itu, pada satu hari acara akan dibuka untuk umum, yang diperkirakan dapat menarik 2.000 hingga 3.000 pengunjung," ujarnya. Bali International Airshow 2024 direncanakan berlangsung pada tanggal 18 hingga 21 September di area hanggar Bandara I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan catatan penyelenggara, diperkirakan sekitar 6.000 pengunjung akan hadir, termasuk 100 delegasi dari 35 negara, dengan kesempatan untuk publik di hari terakhir acara. ANTARA