JAMBI –
**Borneonews - Muaro Jambi**, Satgas Karhutla di Provinsi Jambi telah mengerahkan lebih dari 250 personel untuk menangani kebakaran yang terjadi di Hutan dan Lahan Gambut (HLG) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kumpe Ilir, Muaro Jambi. Kegiatan ini merupakan langkah kolaboratif untuk memadamkan api yang mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar. Brigjen TNI Rachmad, yang juga menjabat sebagai Plh Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, dalam keterangan resminya, mengajak seluruh perusahaan dan pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam upaya pencegahan serta penanganan kebakaran lahan dan hutan (*karhutla*). Ia menegaskan pentingnya kerja keras dan kepedulian kolektif dalam menangani masalah ini, mengingat penanganan kebakaran hutan di provinsi ini setiap tahunnya masih memerlukan perhatian yang signifikan. Tim yang dilibatkan dalam penanganan kali ini tersebar dari berbagai instansi. Terdapat unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dari perusahaan-perusahaan, serta masyarakat lokal. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengatasi masalah kebakaran yang terus berulang setiap tahun. Dalam operasi pemadaman, Satgas Karhutla juga mengerahkan empat helikopter untuk melakukan *water bombing*, serta beberapa alat berat dan sistem pemompaan untuk mempercepat proses pemadaman. Kebakaran di area HLG Londrang yang berlangsung sejak Jumat, 23 Agustus, sudah mulai dapat dikendalikan berkat upaya kolaboratif ini. Selama empat hari terakhir, Brigjen TNI Rachmad terjun langsung ke lapangan untuk memimpin penanganan kebakaran. Dalam pergerakannya, ia menggunakan jalur perairan Sungai Batanghari dengan kapal cepat, dilanjutkan dengan perahu sampan untuk mencapai lokasi kebakaran dan menyusuri kawasan yang terdampak. Brigjen Rachmad berfokus pada pengawasan dan koordinasi antar tim di lapangan, memberikan instruksi yang diperlukan serta memotivasi para anggota dalam upaya pemadaman. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar wilayah dan gotong-royong di antara semua pihak yang terlibat. Selain itu, ia tidak lupa memberikan apresiasi kepada para relawan yang berasal dari berbagai komunitas, serta masyarakat setempat yang telah berkontribusi aktif dalam pemadaman api. Penghargaan dan pengakuan ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam penanganan *karhutla* ke depannya. Kepala Desa Rantau Panjang, Datuk Ari, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat tim Satgas Karhutla dalam menangani kebakaran. Ia mengungkapkan bahwa api sudah berhasil dipadamkan, dan saat ini hanya tinggal asap yang masih tersisa. Ini merupakan kabar baik bagi komunitas lokal yang terdampak oleh kebakaran tersebut. ANTARA