**Borneonews - Sorong**, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Ida Fauziyah, menekankan pentingnya persiapan sumber daya manusia (SDM) di Papua Barat Daya untuk mampu menghadapi tantangan global yang kian kompleks. Dalam acara pembukaan Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) IX di Kota Sorong, ia menyatakan bahwa tantangan dalam sektor ketenagakerjaan saat ini tidaklah sederhana. Berbagai aspek perlu diperhatikan dan dipersiapkan secara menyeluruh agar dapat menghadapinya dengan baik.
Ida Fauziyah juga mengungkapkan bahwa situasi ekonomi dan politik dunia diperkirakan akan terus berfluktuasi. International Monetary Fund (IMF) telah meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2024 hanya akan mencapai 2,9 persen. Dia menambahkan, negara-negara maju diprediksi mengalami perlambatan pertumbuhan yang signifikan, yakni hanya mencapai 1,4 persen. Sementara itu, negara-negara yang tergolong *emerging market*, seperti China, India, Rusia, dan Brasil, diestimasi hanya dapat tumbuh sekitar 4 persen.
Di sisi lain, Indonesia bersama dengan empat negara Asia Tenggara lainnya diproyeksikan mampu mencapai pertumbuhan yang lebih baik, yaitu sekitar 4,5 persen. Saat ini, kondisi ekonomi Indonesia sudah menunjukkan pertumbuhan yang positif, dengan mencatat angka 5,01 persen. Ini adalah pencapaian yang patut disyukuri, terutama ketika negara lain menghadapi berbagai kesulitan dalam mengembangkan ekonomi, ungkapnya.
Menteri Fauziyah juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi di dunia global, seperti digitalisasi dan *green economy*. Proses digitalisasi ini berkontribusi pada tumbuhnya *green economy* dan menciptakan pasar kerja yang lebih fleksibel, dengan mengedepankan tuntutan keterampilan baru bagi setiap individu.
Satu lagi tantangan yang harus dihadapi adalah bonus demografi, di mana segmentasi usia 18-24 tahun mendominasi populasi dan tingkat pengangguran. Fenomena ini menjadi tantangan besar dalam menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga muda agar tidak mengalami pengangguran.
Di samping itu, perubahan dalam lapangan pekerjaan, termasuk pergeseran jenis pekerjaan dan keterampilan, mengharuskan tenaga kerja untuk mampu beradaptasi. Pertanyaannya, apakah kita semua sudah siap menghadapi perubahan ini? Sebab, faktanya, 53 persen tenaga kerja di Indonesia berpendidikan di bawah tingkat sekolah menengah pertama. Mereka mayoritas masih terlibat dalam sektor informal dengan keterampilan yang minim, katanya.
Ida Fauziyah berpendapat bahwa tantangan ini perlu dijawab dengan strategi yang konkret dan komprehensif. Hal ini melibatkan berbagai aspek, seperti peningkatan keterampilan, mutu pendidikan dan pelatihan vokasi, penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, serta kolaborasi antara pemerintah, swasta, dunia pendidikan, dan lembaga pelatihan.
Langkah-langkah ini diperlukan untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang lebih adaptif dan kompetitif di masa depan, tutupnya. Pemerintah tetap berkomitmen untuk mencetak tenaga kerja yang produktif dan memiliki daya saing tinggi.
ANTARA
Menaker Ida Fauziyah Dorong SDM Papua Siap Hadapi Tantangan Global
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







