BORNEONEWS, Sukamara - Inovasi Lentera Anak yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sukamara memberikan dampak besar terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Sukamara.
Berdasarkan catatan Dinkes Sukamara, dengan adanya inovasi tersebut, 98 persen ibu-ibu di Kabupaten Sukamara melakukan persalinan di fasilitas kesehatan.
“Dengan inovasi ini kita juga ingin meningkatkan bahwa sudah tidak ada lagi persalinan di dukun atau tempat-tempat yang memang bukan fasilitas kesehatan,” ucap Kepala Dinkes Sukamara, Ari Junita saat diwawancara usai penandatanganan perjanjian kerjasama bersama Dukcapil Sukamara, Selasa, 3 September 2024.
Menurut Ari, inovasi Lentera Anak tidak hanya dilakukan di Kota Sukamara saja, tetapi sudah dijalankan disetiap desa di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Sukamara. Sehingga pihaknya mendukung sekali inovasi tersebut.
“Kami sudah melihat seperti apa yang sudah disampaikan Dukcapil bahwa program ini sudah jalan sampai ketingkat desa. Dan kami mencatat hampir semua persalinan itu 98 persen sudah melakukan di puskes. Dampak dari program ini juga luar biasa terhadap pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Sukamara Zainuddin mengatakan bahwa inovasi Lentera Anak adalah dalam rangka ikut mendukung salah satu Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 tentang kelahiran difasilitas kesehatan.
“Kami pun menyambut Permenkes ini dengan inovasi Lentera Anak yang terintegrasi antara kartu keluarga, kartu identitas anak dan akta kelahiran,” ucap Zainuddin saat diwawancara.
Menurut dia, inovasi Lentera Anak dilaksanakan dengan tujuan untuk mempermudah ibu-ibu di Kabupaten Sukamara yang melahirkan difasilitas kesehatan dalam mengurus administrasi kependudukan.
“Jadi pada saat ibu-ibu ini kembali dari fasilitas kesehatan dalam rangka persalinan, mereka sudah bisa membawa tiga dokumen kependudukan antara lain kartu identitas anak, akta kelahiran dan kartu keluarga perubahan,” tukasnya. (NORHASANAH/H)









