JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Agus Subiyanto, mengonfirmasi bahwa institusi TNI telah menerima instruksi dari Presiden Joko Widodo terkait pembentukan Angkatan Siber sebagai matra keempat. Pernyataan tersebut disampaikan Agus setelah turut serta dalam rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kompleks Parlemen Jakarta pada hari Selasa. Jenderal Agus menyatakan, saat ini TNI telah memiliki satuan siber, yang menurutnya sangat bergantung pada kemampuan sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Sebagai langkah awal, dia menjelaskan bahwa TNI berencana untuk mendirikan pusat siber di markas besar dan di setiap matra TNI. Rencana rekrutmen juga akan melibatkan lulusan dari sekolah menengah atas (SMA) maupun universitas. Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa satuan siber tersebut akan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan satuan-satuan lain dalam TNI, karena diperkirakan akan lebih banyak diisi oleh personel sipil. Hal ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen akan lebih memprioritaskan keahlian daripada latar belakang militer semata. "Memang kalau siber itu berbeda dengan satuan lain, mungkin akan lebih banyak orang sipilnya," ucapnya. Meskipun demikian, Agus menyampaikan bahwa dia belum melakukan pembicaraan mendalam dengan DPR RI tentang pembentukan Angkatan Siber, mengingat tujuan kehadirannya di rapat tersebut adalah untuk membahas anggaran pertahanan. Sebelumnya, tepatnya pada 16 Agustus, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo atau sering disapa Bamsoet, juga menekankan pentingnya untuk segera menyiapkan pembentukan matra keempat TNI, yaitu Angkatan Siber. Menurutnya, kehadiran Angkatan Siber ini bertujuan untuk memperkuat tiga matra yang telah ada, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Bamsoet menegaskan bahwa langkah ini penting mengingat posisi geopolitik Indonesia yang cukup rentan, terutama karena letak geografisnya yang berdekatan dengan negara-negara persemakmuran Inggris seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. ANTARA