JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, menyampaikan harapannya bahwa kunjungan resmi Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Dunia, bisa menjadi sumber inspirasi bagi Indonesia dalam mempromosikan perdamaian dan meningkatkan keharmonisan dalam kehidupan beragama. Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok spiritual yang memiliki pengaruh besar sebagai pemimpin terbesar umat Katolik di seluruh dunia. Ace menegaskan, kunjungan ini diharapkan dapat berperan penting dalam usaha untuk mendorong terciptanya suasana damai di Indonesia. "Kami berharap kedatangan Paus Fransiskus ke negara kita bisa memberikan semangat baru bagi Indonesia," katanya dalam konferensi pers di Jakarta. Terkait dengan Misa Akbar yang akan dilaksanakan oleh Paus Fransiskus yang dihadiri oleh jemaat Katolik di seluruh Indonesia, Ace berharap agar Paus juga mendoakan kesejahteraan dan perdamaian bagi rakyat Indonesia. Dia mengingatkan pemerintah untuk memberikan dukungan maksimal dalam pelaksanaan Misa Akbar tersebut, agar semua kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan tanpa halangan. "Pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan Misa Akbar itu berjalan lancar, tertib, dan damai," tegasnya. Paus Fransiskus tiba di Jakarta pada hari Selasa ini, setelah melakukan perjalanan dari Roma, Italia, dengan menggunakan pesawat komersial dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kedatangannya disambut secara resmi oleh pemerintah, dimana beberapa menteri tampak hadir untuk menyambut kedatangan sang Paus. Setelah itu, Paus Fransiskus melanjutkan perjalanan menuju Kedutaan Vatikan di Jakarta, di mana ia akan menginap hingga tanggal 6 September 2024. Pada hari kedua kunjungannya, Paus dijadwalkan akan mengunjungi Istana Merdeka untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut akan berjumpa dengan jemaat di Katedral, serta melakukan interaksi dengan pemuda Katolik di Grha Pemuda. Pada hari Kamis, 5 September, Paus Fransiskus direncanakan untuk mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta, sebelum memimpin Misa Suci Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada pukul 17.00 WIB. Kemudian pada hari Jumat, 6 September, Paus dijadwalkan meninggalkan Jakarta dan terbang menuju Port Moresby, Papua Nugini, dengan keberangkatan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. ANTARA