JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya peningkatan pengelolaan dan distribusi dana sosial Islam untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat ia memberikan sambutan pembukaan pada peluncuran Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah (C-SED) dari Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) di Jakarta pada hari Selasa. Dalam kesempatan tersebut, Amin menggarisbawahi bahwa sektor ekonomi dan keuangan Islam memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak perekonomian Indonesia. Ia memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, kontribusi ekonomi Islam terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diperkirakan akan mencapai USD10 miliar, yang setara dengan 1,5 persen dari total nilai PDB. Menyikapi hal ini, Amin menekankan bahwa pemerintah telah mengambil keputusan untuk memfokuskan perhatian pada beberapa pilar penting dalam merancang dan melaksanakan strategi pengembangan ekonomi dan keuangan Islam di negara ini. Pilar-pilar krusial tersebut meliputi penguatan regulasi dan institusi, inovasi ilmiah dan teknologi, digitalisasi, serta peningkatan literasi. Lebih lanjut, Wakil Presiden menyatakan bahwa dukungan dari semua pemangku kepentingan yang relevan sangat diperlukan untuk mewujudkan empat pilar utama tersebut. Ia kemudian menekankan bahwa INDEF dapat berperan penting dalam mencapai tujuan ini. Amin berharap lembaga tersebut dapat mengambil peran aktif dengan memberikan wawasan mendalam, mengidentifikasi peluang, serta menawarkan solusi terkait masalah yang menghambat perkembangan ekonomi dan keuangan Islam. Ia juga mengharapkan INDEF terlibat dalam inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai produk ekonomi dan keuangan Islam melalui penyelenggaraan seminar, penerbitan publikasi, serta kerja sama dengan organisasi non-pemerintah. Amin menambahkan bahwa upaya semacam ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap ekonomi Islam, serta mempercepat implementasi produk-produk ekonomi Islam yang inovatif dan baru. ANTARA