**Borneonews - Kota Serang, Banten**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam upaya mengembangkan kewirausahaan syariah, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, perhatian yang diberikan oleh pemerintah tidak hanya terfokus pada peningkatan jumlah sertifikasi halal, tetapi juga pada pemberdayaan kewirausahaan syariah dalam konteks UMKM.
Dalam sambutannya di acara Sosialisasi, Pendampingan dan Pendaftaran Sertifikasi Halal bagi 1.000 Usaha Mikro di Provinsi Banten tahun 2024, yang diadakan di Pendopo Gubernur Banten, Wapres menekankan pentingnya kontribusi UMKM dalam mendukung kemajuan industri halal. Ia mengingatkan bahwa sekitar 99 persen kegiatan usaha nasional didukung oleh sektor UMKM, sehingga peningkatan kontribusi mereka menjadi prioritas utama.
Wapres juga menjelaskan bahwa saat ini proses sertifikasi halal telah dipermudah. Pengajuan sertifikasi kini dapat dilakukan secara daring dengan biaya yang transparan. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa masih terdapat banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan informasi memadai mengenai prosedur sertifikasi halal. Banyak di antara mereka yang masih beranggapan bahwa proses tersebut rumit dan mahal.
"Acara hari ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai urgensi sertifikasi halal. Hal ini memberikan nilai tambah serta menjamin kualitas produk yang mereka tawarkan," ungkap Wapres. Dia yakin bahwa jika upaya dalam memperluas dan melaksanakan program sertifikasi halal dilakukan secara masif dan terintegrasi, Indonesia akan mampu menjadi pemain utama dalam perdagangan produk halal di level global.
Selanjutnya, Wapres mengungkapkan potensi Provinsi Banten yang besar untuk menjadi pusat industri produk halal. Ini didasari oleh penerapan prinsip-prinsip syariah serta nilai-nilai religius yang kuat, serta kondisi ekonomi yang mendukung, termasuk ketersediaan rantai nilai halal dan infrastruktur ekosistem halal yang memadai.
Wapres juga menyampaikan bahwa Provinsi Banten sudah memiliki Kawasan Industri Halal (KIH), yang menawarkan *one stop services* serta berbagai keunggulan kompetitif. Harapannya, dengan adanya KIH, provinsi ini dapat menarik investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. KIH tidak hanya ditujukan untuk pelaku usaha besar, tetapi juga bertujuan untuk memberdayakan pelaku usaha mikro melalui kemitraan dalam rantai nilai halal.
Pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi pemasok bahan baku untuk pelaku usaha besar di KIH. "Dengan demikian, kehadiran KIH akan mampu meningkatkan produktivitas industri halal secara menyeluruh, baik dari kesejahteraan pelaku UMKM maupun pada tingkat nasional," tegas Wapres.
ANTARA
Pemerintah Dorong Kewirausahaan Syariah di Sektor UMKM Banten
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







