**Borneonews - Kupang**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua, di Nusa Tenggara Timur, telah melaksanakan distribusi air bersih ke desa-desa di lima kecamatan yang saat ini tengah menghadapi masalah kekeringan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengatasi dampak bencana kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Sabu Raijua, Javid Ndu Ufi, menjelaskan bahwa mereka telah menyiapkan lima mobil tangki. Ia menekankan bahwa dalam misi penanggulangan bencana ini, lembaganya memiliki prinsip untuk tidak membatasi penyediaan air. "Tugas kami adalah untuk penanggulangan kekeringan, dan kami telah melakukan distribusi ke daerah-daerah yang paling terdampak," katanya saat dihubungi dari Kupang.
BPBD telah mengimplementasikan distribusi air bersih melalui mobil tangki ke berbagai desa yang tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Hawu Mehara menjadi salah satu daerah yang paling rentan, terdiri dari 10 desa yang mengalami kesulitan akses air bersih. Selain itu, ada 12 desa di Kecamatan Liae, 15 desa di Kecamatan Sabu Barat, 8 desa di Kecamatan Sabu Tengah, dan 7 desa di Kecamatan Sabu Timur yang juga mendapatkan bantuan serupa.
Di Kecamatan Raijua, yang terpisah oleh laut dari Pulau Sabu, distribusi air dilakukan bersama mitra BPBD yang menyediakan tangki air. Javid menyebutkan, hingga saat ini mereka telah melakukan hampir 400 kali pengiriman air bersih kepada warga.
Komitmen BPBD Kabupaten Sabu Raijua dalam mendistribusikan air bersih bukan hanya sekedar tugas, melainkan juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Javid mengungkapkan bahwa dengan adanya pasokan air bersih ini, masyarakat dapat mengalihkan dana yang biasanya digunakan untuk membeli air menjadi kebutuhan lain, seperti tas, pakaian, dan buku untuk anak-anak sekolah.
Sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, BPBD juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghemat air. Mereka mendorong warga untuk bijak dalam menggunakan air, di tengah tantangan musim kemarau yang sedang berlangsung. Sebagai alternatif, Javid menyarankan agar masyarakat menggunakan air bekas cucian untuk menyiram tanaman, sehingga air bersih yang terdistribusi dapat digunakan untuk tujuan yang lebih mendesak.
Dengan demikian, BPBD Kabupaten Sabu Raijua tidak hanya berfokus pada distribusi air, tetapi juga berupaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan air yang lebih bijak.
ANTARA
BPBD Sabu Raijua Salurkan Air Bersih Hadapi Krisis Kekeringan
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







