JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Inovasi layanan digital pemerintah Indonesia, yang dikenal sebagai Ina Digital, akan segera diluncurkan pada bulan September tahun ini. Proyek ini mencakup 19 fitur awal yang dapat diakses oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, menjelaskan bahwa terdapat tiga aplikasi yang akan dirilis dalam tahap awal ini, yaitu Ina Gov, INA Pas, dan INA Ku. Peluncuran ini melibatkan partisipasi sebanyak 10.000 ASN serta 40.000 pengguna dari masyarakat. "Setelah melalui proses rapat yang cukup panjang, sekarang INA Digital hadir sebagai penyelenggara keterpaduan. Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan tiga layanan terbatas dengan 19 fitur awal," ungkap Azwar Anas saat memberikan penjelasan di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menjelaskan bahwa layanan INA Gov akan diperuntukkan bagi 10.000 ASN. Di dalamnya terdapat aplikasi *Smart ASN*, yang mengintegrasikan ribuan aplikasi terkait administrasi pemerintahan. Fitur-fitur awal yang disediakan oleh *Smart ASN* mencakup pengecekan profil ASN, sasaran kinerja, akses pembelajaran mandiri, serta layanan terkait kenaikan pangkat dan mutasi. Dengan adanya layanan ini, ASN tidak lagi perlu datang langsung ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengakses informasi tersebut. Layanan kedua adalah INA Pas, yang berfungsi sebagai Identitas Digital Terpadu. Layanan ini menjadi tulang punggung dalam menciptakan keterpaduan sistem dan aplikasi pemerintahan. INA Pas memungkinkan pengguna untuk tidak perlu memasukkan identitas berulang kali, sehingga proses akses layanan publik menjadi lebih efisien. "Setelah lebih dari 36 kali rapat, kami kini telah memiliki *single sign on* (SSO) di INA Pas untuk masuk ke Portal Nasional Digital ID," kata Azwar menambahkan. Produk ketiga adalah INA Ku, sebuah portal pelayanan publik yang menghubungkan berbagai layanan seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, administrasi kependudukan, dan BPJS. Program Indonesia Pintar yang termasuk dalam sektor pendidikan, dapat diakses melalui aplikasi INA Ku. Selain itu, masyarakat dapat mencari dokter, obat, atau mengecek kapasitas rawat inap di rumah sakit melalui aplikasi yang sebelumnya dikenal sebagai Siranap. "Imunisasi dan sertifikat vaksin akan tersedia di sini. BPJS tenaga kerja juga akan memudahkan pengguna untuk mengecek saldo JHT, informasi kecelakaan kerja, dan berbagai informasi lainnya," lanjut Azwar. Layanan administrasi pemerintahan yang dapat diakses meliputi perubahan status pendidikan, pencetakan kartu keluarga, biodata WNI, serta pengurusan surat keterangan pindah dan pecah kartu keluarga. Semua layanan tersebut terintegrasi dalam sektor kependudukan di aplikasi INA Ku. Azwar juga menjelaskan bahwa pada tahap 1 (alpha) rilis terbatas ini, INA Gov akan melibatkan 10.000 ASN dan INA Ku akan melibatkan 40.000 pengguna. Rilis ini bertujuan untuk memperkenalkan fitur dasar kepada pengguna secara terbatas serta mengumpulkan umpan balik untuk identifikasi awal. Selanjutnya, tahap 2 (beta) dari rilis terbatas akan melibatkan 138 instansi pemerintah dalam INA Gov dan lebih dari 40.000 pengguna di INA Ku. Fitur yang dirilis dalam tahap ini akan lebih beragam, sehingga diharapkan dapat meminimalisir kendala dalam perbaikan dan penyempurnaan fitur yang ada. ANTARA