JAKARTA –
**Borneonews - Kota Serang, Banten**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan makna mendalam terhadap kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia, yang dianggap membawa misi persaudaraan dan kemanusiaan. Dalam keterangannya, Wapres menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia menyambut positif kunjungan tersebut, yang merupakan bagian dari gerakan global untuk persaudaraan. "Pengunjung ini merupakan langkah penting dalam rangka memperkuat tali persaudaraan di antara negara-negara di seluruh dunia," ucap Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan pers setelah acara Sosialisasi, Pendampingan, dan Pendaftaran Sertifikasi Halal bagi 1.000 usaha mikro di Provinsi Banten, berlangsung di Pendopo Gubernur Banten pada Selasa. Lebih lanjut, Wapres mengingatkan bahwa Paus Fransiskus sebelumnya telah berdialog dengan Grand Syeikh al-Azhar, Dr. Ahmad el-Thayeb, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun semangat persaudaraan dan kemanusiaan di antara umat beragama. "Pernyataan ini memang mencerminkan pentingnya tema persaudaraan dan kemanusiaan yang disepakati di Abu Dhabi," katanya. Diketahui bersama, pada kesempatan tersebut, Paus Fransiskus dan Grand Syeikh al-Azhar menandatangani Dokumen Abu Dhabi tentang *Human Fraternity*, yang menegaskan kesamaan visi dan komitmen antara ajaran Islam dan Katolik dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia, serta mendorong kerja sama antar umat beragama demi kedamaian. Wapres juga menyoroti bahwa dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, telah menerima penghargaan internasional atas kontribusi mereka dalam upaya kemanusiaan. “Dari empat penghargaan yang diberikan, dua di antaranya diterima oleh organisasi besar kita, NU dan Muhammadiyah,” jelasnya. Kedua ormas tersebut berhasil meraih Zayed Award for Human Fraternity pada Februari 2024, yang disarankan oleh Abu Dhabi. Penghargaan ini diberikan karena dianggap memiliki peran signifikan dalam menghadapi isu sosial yang kompleks serta mendorong perdamaian dan solidaritas di kalangan masyarakat. Wapres menekankan pentingnya kedatangan Paus Fransiskus sebagai harapan untuk membangun ikatan persaudaraan antara rakyat di seluruh dunia. "Kunjungan ini kami sambut dengan baik, karena kami percaya ini akan memperkongkretkan persahabatan antarbangsa, tanpa memandang agama atau suku," imbuhnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Paus Fransiskus, dan menyatakan bahwa masyarakat Indonesia menyambutnya dengan antusias. Setelah tiba di Indonesia pada Selasa, hari berikutnya Paus Fransiskus dijadwalkan untuk mengunjungi Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka sekitar pukul 10.00 WIB. Di hari yang sama, Paus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio ini juga akan bertemu dengan pejabat pemerintah, anggota korps diplomatik, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari kalangan sipil di Aula Istana Negara. Sekitar satu jam kemudian, beliau dijadwalkan untuk pertemuan pribadi dengan anggota Serikat Jesuit di Apostolic Nunciantura yang terletak di Kantor Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta. Pada sore harinya, sekitar pukul 16.30 WIB, Paus Fransiskus direncanakan akan bertemu dengan para uskup, imam, diakon, biarawan-biarawati, seminaris, dan katekis di Gereja Maria Diangkat ke Surga, Gereja Katedral Jakarta. Di penghujung hari, kaum muda dari Scholas Occurantes juga akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan Paus di Youth Center Graha Pemuda Senayan pada pukul 17.35 WIB. ANTARA