PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo mencatat inflasi Kalteng masuk daerah terendah dibanding wilayah Kalteng lain.

“Inflasi Kalteng di bulan Agustus 2024 terendah dibandingkan daerah Kalimantan lainnya, yakni 1,29 (y-o-y),” tuturnya saat rakor secara virtual, Selasa, 3 September 2024.

Yusharto meminta daerah yang memiliki konsistensi tinggi agar melakukan intervensi dan langkah-langkah yang lebih bervariasi.

Ada 9 langkah intervensi yang harus dilakukan yaitu pemantauan harga dan stok; melaksanakan rapat teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah.

Kemudian, menjaga pasokan, pencanangan gerakan menanam, melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak pasar, berkoordinasi dengan daerah penghasil, merealisasikan BTT, dan memberikan bantuan transportasi dari APBD.

Ia ingin seluruh daerah agar terus melakukan upaya dalam pengendalian inflasi dengan mengkombinasikan berbagai langkah intervensi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

“Mudah-mudahan di rakor berikutnya daerah yang melakukan upaya pengendalian inflasi bisa bertambah, dan kita berharap seluruh daerah sudah melakukan minimal 1-3 upaya konkrit dalam melakukan pengendalian inflasi di daerah,” tukasnya. (HERMAWAN DP/R)