BOGOR –
**Borneonews - Kabupaten Bekasi**, 4.246 hektare lahan pertanian yang berada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini mengalami ancaman kekeringan. Hal ini terungkap dari hasil pemantauan dan penilaian yang dilakukan oleh tim kaji cepat daerah. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid, menjelaskan bahwa lahan pertanian yang terancam kekeringan tersebut tersebar di 99 desa yang ada di 20 kecamatan. Kecamatan Tambelang tercatat sebagai wilayah dengan luas lahan terancam kekeringan paling besar, yakni 518 hektare yang tersebar di tujuh desa. Diikuti oleh Kecamatan Sukakarya dengan luas 494 hektare yang juga tersebar di tujuh desa. Lebih lanjut, kondisi serupa terjadi di Kecamatan Karangbahagia, di mana sebanyak 492 hektare lahan pertanian yang terdiri dari tujuh desa juga mengalami ancaman kekeringan. Selain itu, Kecamatan Kedungwaringin memiliki luas lahan 475 hektare di enam desa, sementara Kecamatan Babelan mencatat 444 hektare yang tersebar di sembilan desa. Kecamatan Sukawangi juga tidak luput dengan 352 hektare lahan yang terancam di enam desa. Tak berhenti di situ, Kecamatan Cabangbungin mengalami ancaman terhadap 337 hektare lahan di enam desa, disusul dengan Kecamatan Tambun Utara yang memiliki 265 hektare di delapan desa. Selanjutnya, Kecamatan Pebayuran memiliki 224 hektare di delapan desa, sementara Kecamatan Cikarang Timur hanya memiliki 168 hektare di empat desa. Terakhir, Kecamatan Muaragembong mencatat 110 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan di lima desa. Abdillah Majid juga mencatat bahwa ada 90 hektare sawah yang terancam kering di Kecamatan Serang Baru dan Sukatani. Di Serang Baru, lahan tersebut tersebar di delapan desa, sedangkan di Sukatani terdapat empat desa yang terdampak. Di samping itu, ada 85 hektare lahan pertanian di tiga desa se-Kecamatan Bojongmangu yang juga terancam kekeringan. Kecamatan Cikarang Selatan dan Cibitung pun terdata memiliki masing-masing 38 hektare dan 35 hektare lahan sawah yang terancam. Di beberapa wilayah lain, Kecamatan Setu memiliki 13 hektare lahan di satu desa yang terancam, diikuti dengan Cikarang Pusat yang memiliki 11 hektare di tiga desa, kemudian Cikarang Utara dengan lima hektare di satu desa. Data ini merupakan informasi sementara dan pihaknya berjanji akan terus memperbarui serta melakukan upaya penanganan guna mencegah meluasnya dampak kekeringan. Menanggapi situasi ini, Penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, telah memulai tindakan tanggap darurat yang melibatkan berbagai perangkat daerah untuk fokus dalam penanggulangan kekeringan lahan pertanian dan pengadaan bantuan bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih. "Setelah mengerahkan seluruh perangkat daerah, kami mulai melakukan aksi tanggap darurat kekeringan. Ini mencakup penurunan alat berat untuk normalisasi sungai, penyaluran bantuan pompa air bagi para petani, pembersihan saluran air, hingga distribusi air bersih kepada masyarakat," ujar Dedy Supriyadi. ANTARA