BORNEONEWS, Palangka Raya - Daging ayam ras dominan menyumbang deflasi bagi Kalimantan Tengah pada Agustus 2024. Secara tahunan, daging ayam ras menyumbang deflasi y-on-y sebesar 0,43 persen sementara secara bulanan daging ayam ras menyumbang deflasi m-to-m sebesar 0,15 persen.
"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Agustus 2024 Provinsi Kalteng mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,57 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 105,73 pada Agustus 2023 menjadi 107,39 pada Agustus 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 3 September 2024.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, kata Agnes, tertinggi adalah rokok dan tembakau sebesar 5,15 persen, dan yang terendah adalah subkelompok makanan sebesar 0,97 persen.
"Kelompok ini pada Agustus 2024 menurutnya memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,60 persen," beber Agnes lagi.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, katanya, yaitu ikan nila sebesar 0,18 persen, Sigaret Kretek Mesin atau SKM sebesar 0,17 persen, gula pasir sebesar 0,14 persen, ikan gabus sebesar 0,10 persen, beras sebesar 0,09 persen, cabai rawit dan ikan patin sebesar 0,08 persen, ikan saluang dan udang basah sebesar 0,05 persen, Sigaret Kretek Tangan atau SKT dan ketimun sebesar 0,04 persen, kopi bubuk, terong, minyak goreng, biskuit sebesar 0,03 persen, kacang panjang, air kemasan, ikan bawal, ayam hidup, dan bumbu masak jadi sebesar 0,02 persen.
"Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu daging ayam ras sebesar 0,43 persen, bawang merah sebesar 0,10 persen, ikan papuyu sebesar 0,07 persen, telur ayam ras sebesar 0,04 persen; jeruk, ikan asin sepat, tomat, rampela hati ayam, dan kangkung sebesar 0,02 persen, daun singkong, bawang putih, ikan peda, ikan lele, daging sapi, susu bubuk untuk balita, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan layang/ ikan benggol, bayam, pepaya, dan ikan kapar sebesar 0,01 persen," beber Agnes.
Kelompok ini pada Agustus 2024 memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0,51 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, lanjut Agnes, yaitu daging ayam ras sebesar 0,15 persen, beras dan ikan gabus sebesar 0,11 persen, bawang merah sebesar 0,10 persen, tomat dan udang basah sebesar 0,03 persen, ikan papuyu dan ikan lais sebesar 0,02 persen, telur ayam ras, ikan patin, bayam, gula pasir, ikan nila, ikan asin sepat, ikan baung, wortel, susu bubuk untuk balita, rampela hati ayam, cabai merah dan sawi hijau sebesar 0,01 persen.
"Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu cabai rawit sebesar 0,05 persen; Sigaret Kretek Mesin atau SKM sebesar 0,03 persen, ketimun dan ikan peda sebesar 0,02 persen, kacang panjang, kopi bubuk, air kemasan, minyak goreng, ikan saluang, terong, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan kue basah sebesar 0,01 persen," jelas Agnes.(TESTI PRISCILLA/R)









