JAKARTA –
**Borneonews - Sejong, Korea Selatan**, Menteri Perindustrian Korea Selatan, Ahn Duk-geun, telah melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Bulgaria, Vladimir Malinov, pada hari Selasa. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menandatangani nota kesepahaman yang berfokus pada penguatan hubungan di bidang energi, termasuk dalam industri *nuklir*. Menurut penjelasan dari Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korea Selatan, penandatanganan perjanjian ini berlangsung di Seoul. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan kerja sama di sektor energi bilateral, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang disebabkan oleh berbagai tantangan, termasuk krisis yang terjadi di Timur Tengah. Kedua menteri dalam pertemuan itu sepakat mengenai pentingnya memperkuat kolaborasi bilateral untuk meningkatkan keamanan dalam pasokan energi. Mereka juga menekankan perlunya memperluas sumber energi bersih, terutama di tengah dampak perubahan iklim yang kian nyata, termasuk peningkatan frekuensi cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan topan. Ahn menyoroti bahwa Bulgaria, yang mengandalkan *nuklir* untuk memenuhi 35 persen dari total kebutuhan listrik nasionalnya, memiliki potensi yang signifikan untuk bekerja sama dengan Korea Selatan. Negara tersebut juga sedang mengejar upaya untuk mencapai *netralitas karbon* yang lebih baik. Perjanjian terbaru ini merupakan pembaruan dari kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya pada tahun 2019. Fokus utama dari perjanjian ini adalah untuk memperluas kerjasama dalam bidang gas alam cair, penyimpanan energi, dan rantai pasokan. Selain itu, Seoul dan Sofia juga sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam industri *energi nuklir*, yang mencakup pengembangan dan pembongkaran fasilitas serta pengembangan sektor reaktor modular kecil. Kementerian terkait menegaskan bahwa langkah ini akan mendukung tujuan bersama dalam menciptakan sistem energi yang lebih aman dan berkelanjutan. ANTARA