PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Wahid Yusuf mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang tengah mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk selalu waspada terhadap berbagai tindakan penipuan yang mungkin dapat terjadi. Kepada masyarakat, Wahid menjelaskan bahwa dalam periode seperti ini, sering kali muncul individu-individu yang memanfaatkan kesempatan untuk menipu. Mereka akan menawarkan janji mampu meloloskan seseorang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan imbalan tertentu. Wahid menegaskan bahwa proses seleksi CPNS kini dilakukan dengan sistem yang berbasis komputerisasi. Hasil nilai peserta langsung ditampilkan secara transparan melalui siaran langsung. "Dengan sistem ini, masyarakat dapat menyaksikan dan memverifikasi nilai hasil ujian tanpa kemungkinan manipulasi dari pihak panitia," ujarnya. Proses seleksi yang bersifat transparan ini, jelasnya, menciptakan lingkungan di mana peserta dapat mengikuti ujian dengan tenang, tanpa khawatir akan adanya perubahan pada nilai mereka. Wahid menekankan pentingnya para pelamar untuk tidak mudah terjerat informasi yang tidak jelas, terutama jika mereka berhadapan dengan orang-orang yang mengklaim bisa membantu atau menjamin kelulusan dengan imbalan biaya yang besar. Dia juga merekomendasikan agar masyarakat memperkuat pengetahuan diri mereka mengenai proses seleksi CPNS, sekaligus mengakses kanal resmi yang disediakan oleh pemerintah untuk memperoleh informasi yang akurat dan terhindar dari penipuan. "Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah adanya situs web palsu yang mirip dengan situs resmi pemerintah. Tujuan dari situs tersebut adalah untuk mencuri data pribadi dari para pelamar dan memanfaatkannya untuk melakukan penipuan," tambahnya. Jika masyarakat menemukan individu yang menawarkan jaminan kelulusan dalam seleksi CPNS, Wahid mengimbau untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Ia mengingatkan agar calon pelamar tetap percaya pada kemampuan yang dimiliki, dan terus berlatih serta belajar dalam persiapan ujian. "Kami percaya bahwa masyarakat sudah cukup cerdas untuk menyaring setiap informasi yang diterima, dan tidak mudah percaya pada iming-iming semu," tutup Wahid. ANTARA