**Borneonews - Ambon, Maluku**, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berkomitmen untuk membantu masyarakat Teon Nila Serua (TNS) di Maluku dalam menerapkan model ekonomi berbasis kelautan. Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat setempat, YKAN melaksanakan program konservasi yang berbasis pada partisipasi aktif komunitas. Hal ini mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal, terutama perempuan dan generasi muda dalam pengembangan ekonomi biru.
Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, menyatakan bahwa penglibatan masyarakat bertujuan untuk menciptakan model pembiayaan berkelanjutan dalam kawasan konservasi perairan. Program ini juga memfasilitasi hak pemanfaatan wilayah perikanan untuk skala kecil dan mendukung pengembangan unit pengelolaan konservasi perairan.
Selain aspek ekonomi, YKAN juga memperhatikan berbagai isu penting lainnya. Dalam penerapan ekonomi biru, aspek hak asasi manusia, gender, lingkungan, serta jaminan sosial menjadi perhatian utama. Peningkatan akses masyarakat lokal terhadap modal, pasar, dan kapasitas teknis juga menjadi fokus untuk mencapai penghidupan yang berkelanjutan.
Ilman menjelaskan bahwa melalui program tersebut, pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dapat ditingkatkan dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengumpulan data, perencanaan, dan implementasi. Dengan demikian, pengembangan kawasan konservasi laut diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap pengelolaan perikanan serta melindungi kawasan-kawasan penting bagi kehidupan masyarakat yang mengandalkan sumber daya kelautan.
Sebagai mitra pemerintah, YKAN akan mendampingi upaya penguatan pengelolaan kawasan konservasi yang terintegrasi di wilayah Teon Nila Serua. Ini menunjukkan bahwa fokus program tidak hanya pada keberlanjutan lingkungan tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama bagi mereka yang tergantung pada sumber daya laut.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku juga menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan ekonomi biru melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi yang mengutamakan pemeliharaan kelestarian lingkungan.
Maluku, sebagai provinsi kepulauan, memiliki luas laut yang mencapai 92,4 persen dan dikenal akan kekayaan sumber daya kelautan serta perikanannya yang melimpah. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melihat ekonomi biru sebagai pedoman utama untuk menjaga keberlanjutan laut Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
ANTARA
YKAN Dukung Penerapan Ekonomi Biru di Maluku untuk Masyarakat
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







