BANDA ACEH –
**Borneonews - Simeulue**, Pemerintah Kabupaten Simeulue yang berada di Provinsi Aceh baru saja mengadakan pameran hasil inovasi pelajar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan sebagai bagian dari perayaan Hari Pendidikan Daerah. Selain bertujuan untuk merayakan momen penting tersebut, pameran ini juga diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus berinovasi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue, Firmanuddin, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan beragam karya inovatif yang dibuat oleh pelajar setempat. Beberapa hasil karya yang dipamerkan meliputi anyaman tikar, tas, keranjang, dan kapal-kapalan. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk ini berasal dari berbagai sumber, di antaranya tanaman kelapa dan material yang didaur ulang. Pameran diikuti oleh sebelas anjungan yang berasal dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Simeulue. Ini menunjukkan partisipasi yang tinggi dari berbagai sekolah dalam memamerkan kreativitas mereka. Selain itu, Dinas Pendidikan juga menyelenggarakan pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan pelajar dan para guru, menambahkan nilai hiburan dan budaya pada acara tersebut. Firmanuddin menggarisbawahi bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mendorong pelajar dalam berkarya dan berinovasi, namun juga untuk memperingati Hari Pendidikan Daerah Aceh yang diadakan setiap tanggal 2 September. Sayuddin, Ketua Panitia Pameran PGRI Kecamatan Simeulue Timur, mengatakan bahwa pameran ini menampilkan sekitar seratus karya seni dan inovasi dari peserta didik di kecamatan tersebut. Dia menekankan pentingnya acara ini sebagai platform untuk mengembangkan kreativitas pelajar, serta sebagai wadah yang mendukung keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang. Kabupaten Simeulue terletak di wilayah kepulauan terluar Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia dengan jarak sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999 dan terdiri dari 10 kecamatan yang mencakup 138 gampong, dengan populasi sekitar 94 ribu jiwa. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berkarya serta berinovasi, sejalan dengan cita-cita pembangunan daerah. ANTARA