**Borneonews - Banda Aceh**, Lembaga Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh telah mengambil langkah signifikan dengan menggratiskan biaya pendidikan untuk 500 anak dari kalangan fakir miskin. Inisiatif ini telah dilaksanakan selama satu dekade terakhir, memberikan peluang pendidikan yang layak bagi mereka yang kurang mampu.
Rizky Sopya, Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ruman Aceh, menjelaskan bahwa lembaga ini memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2015-2016. Sejak itu, total murid yang terdaftar di Ruman Aceh mencapai 664 anak. Dari jumlah ini, sebanyak 500 anak berasal dari keluarga miskin dan tidak dikenakan biaya pendidikan.
Sebanyak 115 anak lainnya mengikuti pendidikan dengan sistem pembayaran sebagian, sementara 49 anak lainnya membayar penuh untuk pendidikan mereka. Pada tahun ajaran ini, Ruman Aceh yang berlokasi di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, merayakan satu dekade pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
"Sejak awal, kami berkomitmen untuk memprioritaskan anak-anak dari keluarga fakir miskin agar mereka dapat memperoleh hak dasar dalam pendidikan, serta merasakan pengalaman bersekolah layaknya anak-anak dari keluarga yang lebih mampu," tambah Rizky Sopya.
Pembiayaan pendidikan di Ruman Aceh terbagi menjadi tiga kategori: gratis, subsidi silang, dan berbayar penuh. Meskipun terdapat variasi dalam sistem pembiayaan ini, Rizky menegaskan bahwa setiap anak menerima perlakuan dan fasilitas yang setara. "Semua anak adalah istimewa dan memiliki potensi sebagai bintang di masa depan," ujarnya.
Ahmad Arif, pendiri Ruman Aceh, mengungkapkan bahwa sumber pembiayaan pendidikan berasal dari donatur yang bersedia membantu. Donasi bisa berasal dari individu atau kolaborasi dengan pihak lain, dengan fokus pada dukungan untuk satu anak dalam satu tahun ajaran. "Kami tidak menetapkan syarat yang mengikat bagi para donatur dan semua transaksi dilakukan berdasarkan kepercayaan," jelasnya.
Upaya pencarian donatur juga dilakukan melalui lelang kebajikan yang dipromosikan di media sosial. Jika seorang donatur mengundurkan diri, mereka akan segera mencari penggantinya. Selain itu, calon peserta didik yang telah mendaftar akan diperiksa secara langsung melalui survei ke rumah mereka. Ini adalah bagian dari proses verifikasi dan validasi untuk memastikan kondisi riil keluarga calon siswa.
Dengan adanya inisiatif ini, Ruman Aceh berperan sebagai jembatan untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak yang kurang beruntung, membantu mereka merajut masa depan yang lebih cerah.
ANTARA
Ruman Aceh Gratiskan Pendidikan untuk 500 Anak Miskin
Bagikan:

BANDA ACEH –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Komentar (0)
Memuat komentar…







