BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, PT Timah Tbk menjadikan Museum Timah Indonesia (MTI) yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu medium untuk edukasi mengenai sejarah pertimahan kepada masyarakat. Langkah ini mencerminkan komitmen tinggi perusahaan dalam melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada di daerah tersebut. Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa museum ini merupakan simbol dedikasi perusahaan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan dan pelestarian budaya. Menurutnya, Museum Timah Indonesia yang berlokasi di Kota Pangkalpinang tidak hanya dikenal sebagai bagian dari perusahaan tambang terbesar di Indonesia, tetapi juga berfungsi sebagai salah satu objek wisata yang menarik bagi pengunjung lokal maupun internasional. “MTI di Pangkalpinang memiliki beragam koleksi yang mengisahkan tentang penambangan timah di Indonesia, khususnya di Bangka Belitung. Hal ini tentu saja menambah wawasan bagi setiap pengunjung yang datang,” ujar Anggi. Koleksi yang terdapat di museum ini sangat beragam dan menarik, mencakup miniatur kapal penambangan timah, berbagai peralatan yang digunakan dalam proses penambangan, bor tambang peninggalan Belanda, lokomotif klasik, diorama, serta relief yang menggambarkan sejarah pertambangan timah dan banyak lagi. Melalui keberadaan Museum Timah Indonesia, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peranan penting industri timah dalam perkembangan sejarah dan ekonomi Indonesia. Anggi juga menekankan bahwa museum ini merupakan bagian dari tanggung jawab PT Timah untuk menjaga dan merawat warisan budaya dan sejarah yang telah menjadi identitas wilayah Bangka Belitung. Sejarawan dan Budayawan setempat, Akhmad Elvian, menambahkan bahwa didirikannya Museum Timah oleh PT Timah menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai sejarah timah di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa PT Timah telah mendirikan dua museum timah, yaitu Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang dan Museum Timah Indonesia di Mentok. Ada pula rencana untuk membangun museum di Sungailiat dan Belinyu sebagai wujud perhatian PT Timah untuk mencerdaskan masyarakat. Akhmad menjelaskan bahwa museum memiliki berbagai fungsi, termasuk sebagai tempat edukasi, sumber inspirasi, dan rekreasi. Oleh karena itu, keberadaan museum sangat penting dalam melestarikan memori sejarah. Museum berfungsi sebagai sarana edukasi, di mana para pengunjung dapat melihat koleksi yang menyimpan kenangan sejarah dan budaya daerah. Generasi muda akan dapat belajar lebih lanjut tentang sejarah timah, teknologi yang digunakan, tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam bidang pertimahan, serta legenda-legenda yang mengelilingi timah di Bangka. Lebih jauh, Akhmad menyatakan bahwa museum bisa menjadi sumber inspirasi. Dengan melihat sistem penambangan timah yang ada serta perkembangan teknologi yang berlangsung dari tahun ke tahun, pengunjung dapat terinspirasi untuk menciptakan inovasi baru atau mengadaptasi dari yang telah ada. Tidak hanya itu, museum juga memiliki fungsi rekreasi. Bangunan yang bersejarah ini berpotensi menjadi destinasi wisata menarik bagi mereka yang berkunjung ke Pangkalpinang. ANTARA