JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, telah menandatangani nota kesepahaman dengan KH Chriswanto Santoso, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan melalui program Sekolah Virtual Kebangsaan. Bamsoet menjelaskan bahwa Sekolah Virtual Kebangsaan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan internalisasi program Empat Pilar MPR RI, khususnya di kalangan anggota LDII. Pendekatan ini ditujukan terutama kepada pengurus, generasi muda, serta para ustaz dan ustazah yang tergabung dalam organisasi tersebut. Selanjutnya, Bamsoet juga mengungkapkan bahwa MPR dan LDII berencana untuk mengadakan sosialisasi mengenai Empat Pilar MPR RI. Kegiatan ini akan dilaksanakan di berbagai lokasi, termasuk pondok pesantren, sekolah, madrasah, yayasan, majelis taklim, dan komunitas LDII, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Bamsoet menekankan bahwa kerjasama dalam sosialisasi ini memiliki arti yang sangat penting. Keberadaan organisasi kemasyarakatan berbasis agama, seperti LDII, berperan signifikan dalam kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara. Ormas keagamaan sering kali lebih mudah diterima oleh masyarakat, dibandingkan dengan organisasi lain, karena mereka dipimpin oleh tokoh agama yang menjadi teladan. Berdasarkan hasil penelitian yang ada, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap imbauan dari tokoh agama mencapai 51,7 persen. Angka ini menunjukkan tingkat kepatuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kepatuhan terhadap seruan dari politisi, yang hanya mencapai 11 persen. Secara keseluruhan, Bamsoet menyatakan bahwa kemitraan yang dijalin dengan ormas keagamaan bersifat simbiosis mutualisme. Kerja sama ini tidak hanya saling mendukung, tetapi juga memberikan kesempatan bagi ormas keagamaan untuk menjalankan internalisasi nilai-nilai dan wawasan kebangsaan dengan lebih intensif dan mendalam. ANTARA