JAKARTA –
**Borneonews - Serang, Banten**, Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia diharapkan dapat memperkuat misi kemanusiaan dan solidaritas global, demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Serang, Banten, pada hari Selasa, Amin menyatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia menyambut positif kedatangan Paus sebagai bagian dari gerakan solidaritas global. Paus Fransiskus, bersama dengan Grand Imam Al-Azhar, Ahmed El Tayeb, sebelumnya telah menandatangani Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Kehidupan Bersama di Abu Dhabi, yang lebih dikenal dengan sebutan Deklarasi Abu Dhabi. Menurut Amin, dokumen tersebut menunjukkan adanya kesamaan antara ajaran Islam dan Katolik dalam hal membangun martabat manusia serta kerjasama antarumat beragama. Lebih lanjut, Amin menggarisbawahi bahwa dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, telah mendapatkan penghargaan atas kontribusi mereka dalam mempromosikan perdamaian dan solidaritas internasional di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, Kedatangan Paus Fransiskus sangat disambut, dengan harapan dapat menumbuhkan semangat solidaritas di antara bangsa-bangsa di seluruh dunia. "Kunjuangan ini kami sambut dengan hangat, karena dapat menciptakan perasaan persaudaraan dan persahabatan antar bangsa meskipun berbeda dalam agama dan negara. Kita berharap dengan ini dapat menghentikan konflik yang terjadi di beberapa lokasi di dunia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Paus Fransiskus atas kunjungannya," tambahnya. Paus Fransiskus tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada pukul 11:25 waktu setempat, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Selama berada di Jakarta, ia dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada hari Rabu. Pada hari Kamis, pemimpin Vatikan tersebut akan mengikuti dialog antaragama di Masjid Istiqlal, Jakarta, sebelum menyapa penerima manfaat dari berbagai organisasi amal di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Pada hari yang sama, ia juga akan memimpin misa suci yang diadakan di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, yang dihadiri oleh ribuan umat Katolik. Selanjutnya, Paus Fransiskus dijadwalkan berangkat menuju Papua Nugini pada hari Jumat, 6 September 2024. ANTARA