**Borneonews - Semarang, Tim penilai untuk Sanitas Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2024 melakukan kunjungan ke Kota Semarang untuk mengevaluasi pengelolaan sanitasi di berbagai lokasi dalam daerah ini.**
Dalam rangka penilaian dan verifikasi, tim melakukan kunjungan ke beberapa titik, salah satunya adalah Agro Wisata Cepoko pada hari Selasa. Kegiatan ini diterima secara langsung oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, beserta sekretaris daerah dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan (LPMK), dan komunitas masyarakat setempat.
Heri Ferdian, selaku Ketua Tim Penilai dari *USAID IUWASH Tangguh*, menjelaskan bahwa Kota Semarang telah melakukan banyak inovasi untuk mendorong implementasi STBM. Inovasi-inovasi tersebut mencakup revitalisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), serta keterlibatan dari sektor swasta.
Semua langkah tersebut menunjukkan komitmen positif Kota Semarang terhadap perbaikan sanitasi, paparnya. Heri juga mengungkapkan harapannya agar dalam proses verifikasi lapangan ini, Kota Semarang dapat lolos dan berhak mengantongi STBM Award 2024.
Tim penilai terdiri dari perwakilan beberapa lembaga, termasuk *USAID*, *IUWASH*, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta Direktorat Kesehatan Lingkungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyampaikan rasa syukurnya atas penilaian yang dilakukan oleh tim verifikasi. Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan kesempatan untuk dinilai dalam rangka STBM Award 2024. Sebelumnya, kami pernah meraih penghargaan ini di tahun 2018 dalam kategori pratama. Kali ini, kami berharap dapat meraih kategori madya, atau malah lebih baik lagi hingga mencapai kategori paripurna, ujarnya.
Dia juga menjelaskan beberapa inovasi yang menjadi fokus dalam penilaian, termasuk kegiatan yang dilakukan di SMP Negeri 22, Terminal Gunungpati, serta di beberapa Rukun Warga (RW) di Kelurahan Cepoko dan Mangunsari.
Hevearita menambahkan bahwa inovasi dalam pembuatan kompos, pertanian perkotaan, bank sampah, serta pengelolaan limbah cair merupakan contoh nyata dari komitmen Kota Semarang dalam menerapkan lima pilar STBM.
Kelima pilar tersebut meliputi penghentian buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air dan makanan, manajemen sampah, serta pengelolaan limbah cair.
Kerjasama antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta di Kota Semarang sangat kuat, dan inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan STBM, papar Hevearita.
Rangkaian verifikasi dilakukan di berbagai lokasi seperti SMP Negeri 22 Semarang, Terminal Gunungpati, Puskesmas Gunungpati, RW 03 Kelurahan Cepoko, dan RW 01 Kelurahan Mangunsari.
Dalam kunjungan tersebut, tim penilai melakukan verifikasi terhadap berbagai program inovatif yang telah diimplementasikan, termasuk kegiatan pengomposan, bank sampah, program *Pamsimas*, pertanian perkotaan, pengelolaan air minum, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.
STBM Award adalah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada daerah yang berhasil menerapkan lima pilar STBM secara konsisten. Dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan, Hevearita optimis bahwa Kota Semarang dapat meraih penghargaan ini untuk kedua kalinya serta terus memperbaiki kualitas sanitasi bagi masyarakatnya.
ANTARA
Kota Semarang Berharap Raih STBM Award 2024 dengan Inovasi Sanitasi
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Liverpool Taklukkan Brighton dan Hove Albion 2-0 di Stadion Anfield
Waka KPK Usulkan Kewenangan Rampas Aset Pejabat Tak Tercantum di LHKPN
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Komentar (0)
Memuat komentar…






