KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur telah menyiagakan 608 personel di sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang berbatasan dengan Timor Leste. Persiapan ini dilakukan menjelang kedatangan Paus Fransiskus di Dili, Timor Leste, pada 10 September 2024. Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan bahwa penempatan personel tersebut tersebar di beberapa Polres di Pulau Timor. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di wilayah perbatasan pada saat kunjungan Paus. Dari keseluruhan personel yang disiapkan, 150 di antaranya berasal dari Polda NTT, sementara Polres Timor Tengah Utara mengirimkan 148 orang. Polres Malaka menyuplai sebanyak 60 personel, dan Polres Belu berkontribusi dengan 250 orang. Semua personel ini bertugas untuk memperkuat pengawasan dan pengamanan di tiga PLBN, yaitu Mota Ain, Motamasin, dan Wini. Ariasandy menegaskan bahwa meskipun pintu masuk ke Dili sebagian besar dilalui oleh peziarah melalui PLBN Mota Ain, pengamanan tetap akan dilaksanakan di semua PLBN yang ada di kawasan tersebut. Penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan bahwa arus peziarah yang masuk ke Timor Leste tetap aman dan teratur. Dalam persiapan menyambut para peziarah, tim dari Direktorat Jenderal Imigrasi serta Kanwil Kemenkumham Nusa Tenggara Timur juga telah melakukan tinjauan ke Kantor Imigrasi Atambua dan PLBN Mota Ain. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus peziarah yang akan melintasi perbatasan guna mengikuti misa suci yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus. Ketua tim dari Ditjen Imigrasi, Fery Monang Sihite, mengungkapkan bahwa kunjungan mereka ke Atambua adalah bagian dari upaya untuk mempersiapkan kelancaran arus lalu lintas peziarah yang akan menghadiri misa pada 10 September 2024. Paus Fransiskus dijadwalkan akan mengunjungi Timor Leste pada tanggal tersebut dan memimpin Misa Suci selama kunjungannya. Umat Katolik dari Nusa Tenggara Timur yang tidak dapat hadir di Jakarta karena tingginya biaya perjalanan dan akomodasi, mengalami kebahagiaan dengan pilihan untuk mengikuti Misa Suci di negara tetangga tersebut. ANTARA