BORNEONEWS, Pulang Pisau - Jutaan ulat grayak menyerang ribuan hektar tanaman padi di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau. Akibatnya, tanaman padi yang sudah berbuah tidak bisa dipanen.

Petani sudah dipastikan gagal panen. Adalah Jasimin, seorang petani yang padinya diserang ulat grayak. Tangkai padi banyak yang dimakan ulat. "Awalnya ulat makan rumput di sekitar padi, lalu naik makan daun padi dan terakhir makan tangkai padi. Tangkai jadi busuk," tutur Jasimin yang juga menjabat Kepala Desa Tahai Jaya ini.

Dia mengaku sudah melaporkan serangkan ulat ini ke Dinas Pertanian dengan harapan dapat bantuan obat. Sebab jika tidak cepat ditanggulangi, maka serangan ulat grayak akan meluas. Namun stok obat pembunuh ulat yang diaharapkan dari Dinas Pertanian Pulang Pisau telah habis. Lalu dia disarankan minta ke Dinas Pertanian provinsi. Pasca dilapori, rencananya petugas Dinas Pertanian akan cek langsung kondisi tanaman padi di Tahai.

Sselama ini wilayah Tahai menjadi daerah penyumbang hasil pertanian padi di wilayah Kecamatan Maliku dan Pandih Batu. Hampir setiap tahun wilayah Tahai dapat program cetak sawah, kecuali tahun ini yang absen. Tahun ini petani di Tahai hanya dapat bantuan bibit kedelai. Hanya saja setelah ditanam hasilnya kurang bagus. Sebagian bibit tanaman kedelai mati, busuk dengan sendirinya.

Kurang bagusnya hasil pertanian di wilayah Maliku juga diakui Ibrahim, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pulang Pisau.

Dia menyebut perubahan iklim pasca musim kemarau panjang tahun lalu menjadi salah satu penyebab kenapa tanaman padi dan kedelai kurang baik perkembangannya. Meski begitu dia optimistis target produksi padi untuk wilayah Pulang Pisau secara bertahap bisa terealisasi. (JAMES DONNY/m)