SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Penyidik dari Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, pada Selasa. Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam prosedur pengalokasian anggaran yang ditujukan untuk penanggulangan bencana di daerah tersebut. Thoriq, sapaan akrabnya, tiba di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim menggunakan mobil Toyota Innova pada sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah tiba, ia langsung memasuki gedung untuk menjalani proses pemeriksaan. Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, menyatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan terhadap Thoriq merupakan tahap awal dari rangkaian penyidikan yang lebih luas. "Ya, ini adalah pemeriksaan awal," ungkap Luthfie. Sekitar pukul 18.15 WIB, Thoriq keluar dari ruang pemeriksaan dan menjelaskan bahwa kedatangannya ke Polda Jatim adalah untuk memberikan keterangan terkait dugaan masalah dalam prosedur alokasi anggaran penanggulangan bencana di Pemkab Lumajang. Ia menjelaskan bahwa dirinya diperiksa mengenai dana bantuan bencana dan diminta untuk memberikan klarifikasi terkait bantuan yang disalurkan ke Baznas, pramuka, NJO, dan sejumlah lembaga lainnya. Dalam pernyataannya, Thoriq mengungkapkan bahwa bantuan yang dialokasikan untuk pramuka bahkan mencapai angka miliaran rupiah. "Bantuan itu diberikan pada tahun 2022, mengingat erupsi terjadi pada 2021," tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai bantuan yang diterima, bahkan pemerintah daerah pun belum mendapatkan laporan serupa. Dikatakan bahwa pada saat itu, Thoriq menjabat sebagai Mabincab (Pembina Cabang) yang menjadi salah satu subjek klarifikasi. Thoriq menambahkan, "Belum ada pembahasan detail, masih dalam tahap diskusi untuk menjelaskan berbagai hal yang perlu diklarifikasi." Ia mengakui bahwa ia meminta agar proses pemeriksaan dilakukan pada sore hari dan tidak membawa dokumen apa pun, karena kedatangannya adalah untuk perluasan klarifikasi. "Kedatangan saya tidak membawa apa-apa, hanya untuk klarifikasi dan diskusi," tuturnya. ANTARA