JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Tatang Muttaqin, menyatakan bahwa Program Kampus Mengajar menawarkan peluang besar untuk kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Upaya tersebut bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat antara dunia pendidikan dan sektor industri. Tatang Muttaqin menekankan bahwa kolaborasi ini memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Dalam acara pelepasan peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 8 yang diselenggarakan secara daring, Tatang menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa di SMK sebagai bagian dari program tersebut mampu memberikan dorongan dalam berbagai aspek pendidikan para siswa. Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya bertugas untuk membantu siswa dalam mengembangkan *soft skill*, tetapi juga dalam meningkatkan motivasi belajar mereka. Lebih jauh, kontribusi mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kemampuan siswa dalam mengadaptasi teknologi, yang merupakan keterampilan esensial di era digital saat ini. Selain memberikan manfaat bagi siswa, Program Kampus Mengajar juga dibuka sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi yang diperlukan di dunia kerja. Menurut Tatang, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting, mengingat tantangan utama bagi lulusan perguruan tinggi ialah penerapan ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh di bangku kuliah ke dalam situasi di tempat kerja yang sesungguhnya. Program ini memberikan pengalaman belajar yang bernilai bagi mahasiswa di luar lingkungan kampus, dengan penekanan pada pengembangan *hard skill* dan *soft skill*. Mahasiswa didorong untuk mengasah kemampuan kolaborasi, membangun hubungan kerja yang harmonis, beradaptasi pada lingkungan baru, serta menumbuhkan sikap profesionalisme dan kesadaran sosial yang tinggi. Tatang menegaskan pentingnya peran semua pihak terkait untuk terus mendukung dan mengawasi pelaksanaan Program Kampus Mengajar. Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama memastikan bahwa program ini tetap memberikan dampak positif bagi pendidikan di seluruh Indonesia. "Mari kita pastikan program ini terus memberikan dampak yang baik bagi pendidikan di Tanah Air," tukasnya. ANTARA