MATARAM –
**Borneonews - Sembalun**, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis bahwa luas lahan yang terbakar di Bukit Anak Dara, yang terletak di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, mencapai 286 hektare. Kepala DLHK NTB, Julmansyah, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut terjadi selama dua hari dua malam dan saat ini sudah dapat dipadamkan. Ia mengungkapkan informasi ini saat menghadiri sebuah acara sarasehan *zero waste trekking mountain camp* di Sembalun, Lombok Timur. Julmansyah menambahkan bahwa sebagai upaya pemulihan lingkungan yang terdampak, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara akses pendakian ke Bukit Anak Dara selama lebih dari satu bulan. Penutupan wisata pendakian ini resmi berlaku mulai hari ini hingga Oktober 2024. “Penutupan Bukit Anak Dara akan berlangsung selama satu bulan lebih,” jelas Julmansyah. Ia juga mencatat bahwa kebakaran yang melanda lokasi ini diduga disebabkan oleh api yang ditinggalkan oleh pengunjung. Kondisi cuaca yang kering serta hembusan angin kencang berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran api di kawasan tersebut. Dari segi geografi, Bukit Anak Dara memiliki lereng-lereng yang terjal, yang membuat tim pemadam kebakaran mengalami kesulitan dalam menanggulangi kebakaran. Petugas juga telah mengambil langkah-langkah dengan membuat sekat bakar guna mencegah kemunculan api lebih lanjut. Julmansyah menyampaikan bahwa Bukit Anak Dara pernah mengalami kebakaran serupa pada tahun 2020, dan insiden terbaru ini berlangsung dari 31 Agustus hingga 2 September 2024. “Kami mengimbau kepada semua pengunjung untuk lebih tertib. Ke depannya, kami akan lebih selektif agar pengunjung tidak meninggalkan api atau sampah di Bukit Anak Dara,” tambahnya. Bukit Anak Dara terkenal dengan padang sabananya yang indah dan menjadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan untuk menikmati panorama matahari terbenam. Lokasi ini berada di Desa Belanting, Kabupaten Lombok Timur, sekitar 113 kilometer dari Kota Mataram, yang dapat dijangkau dalam waktu perjalanan darat sekitar tiga jam. ANTARA