JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan komitmennya untuk menangani masalah parkir liar yang saat ini masih menjadi kendala di wilayah Jakarta. Ia berencana untuk melibatkan para pengelola dalam usaha pencarian solusi terhadap permasalahan yang ada. Pramono menegaskan pentingnya keterlibatan pengelola parkir dalam proses penyelesaian isu terkait perkembangan dan pengelolaan parkir di kawasan tersebut. Namun, ia menggarisbawahi bahwa tindakan premanisme tidak akan ditoleransi. Hal ini disampaikannya dalam pernyataan di Jakarta, pada hari Selasa. Sebagai Sekretaris Kabinet, Pramono menyatakan regulasi dan penertiban terhadap parkir liar sangatlah diperlukan. Menurutnya, memberikan ruang bagi juru parkir yang tidak berizin bukanlah solusi yang bijaksana. Ia mengajak semua pihak untuk mematuhi ketentuan yang ada, dan mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan tegas dalam menangani masalah tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk menanggulangi aktivitas parkir liar. Selama periode dua pekan, tepatnya antara 15 hingga 30 Mei 2024, tim gabungan DKI Jakarta berhasil menindak sekitar 442 juru parkir liar yang beroperasi di minimarket dan bangunan komersial lainnya di Jakarta. Di sisi lain, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta turut berperan serta dalam kegiatan penertiban ini. Mereka menindaklanjuti pengawasan terhadap juru parkir liar, serta pengemis, pengamen, dan pedagang asongan lewat Operasi Bina Tertib Praja yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 31 Agustus 2024. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas di Jakarta. Dalam diskusi yang lebih luas, Pramono juga menyinggung soal elektabilitasnya dalam pemilihan kepala daerah mendatang. Ia mengungkapkan bahwa alih-alih terlalu fokus pada angka elektabilitas, Ia lebih memilih untuk melakukan tindakan nyata yang dapat menyentuh hati masyarakat. Menurutnya, program yang ditawarkan haruslah bersumber dari aspirasi masyarakat, yang diperolehnya saat berinteraksi di tempat-tempat publik seperti LRT, MRT, dan TransJakarta. Pendekatan yang diambil oleh Pramono adalah *problem solving*, yang lebih dianggap bermanfaat daripada sekadar program-program kampanye yang terlihat bombastis. Ketika ditanya mengenai program utama yang akan dijalankan bersama calon wakilnya, Rano Karno, Pramono memilih untuk tidak membahasnya saat ini. Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai program andalan akan diungkapkan pada tanggal 22 September mendatang, dan tidak diperkenankan untuk dipublikasikan lebih awal demi menjaga kepatuhan pada aturan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. ANTARA