BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, menyatakan keyakinannya bahwa investasi di wilayah Banten akan mengalami peningkatan signifikan dengan hadirnya Kawasan Industri Halal (KIH) Modern di Cikande. Peluncuran KIH ini dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, menandai langkah penting untuk menjadikan Banten sebagai pusat ekonomi yang baru. Dalam kesempatan tersebut, Al Muktabar mengemukakan bahwa KIH telah beroperasi dan akan terus dikembangkan, khususnya pada aspek segmentasinya. Dengan luas area sekitar 500 hektare, kawasan ini ditujukan untuk mengembangkan ekosistem produk halal, terutama dalam konteks hilirisasi produk tersebut. Lebih lanjut, ia mengungkapkan, "Seribu usaha mikro yang kami daftarkan untuk mendapatkan sertifikasi halal akan menjadi sumber dari produk tersebut, dan hilirisasinya akan dipusatkan di KIH. Hal ini diharapkan dapat mengatur tata niaga ekspor dengan baik ke negara-negara tujuan." Al Muktabar juga menjelaskan bahwa KIH tidak hanya akan fokus pada produk pangan, tetapi juga akan mencakup berbagai jenis produk halal lainnya, seperti kosmetik dan farmasi. Dengan demikian, diharapkan sektor halal di Banten akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di masa depan. "Produk halal merupakan bagian dari tatanan ekonomi baru yang kini tengah dikembangkan oleh banyak negara di berbagai belahan dunia. Dengan sejarah yang kuat, Banten berada dalam posisi yang baik untuk mengambil peran penting dalam hal ini," imbuhnya. Dalam agenda Sosialisasi, Pendampingan, dan Pendaftaran Sertifikasi Halal bagi 1.000 Usaha Mikro di Provinsi Banten, serta Peluncuran KIH Modern Cikande, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin juga menyampaikan keyakinannya bahwa Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat industri produk halal. Menurutnya, potensi ini didukung oleh penerapan prinsip syariah dan nilai-nilai religius yang telah mengakar di masyarakat Banten. Hal ini diyakini bisa dimanfaatkan sebagai potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut. "Infrastruktur untuk ekosistem halal telah tersedia, dan KIH menawarkan *one stop service* beserta berbagai keunggulan kompetitif yang diharapkan dapat menarik minat para investor baik dari dalam maupun luar negeri," jelas Ma'ruf Amin. Ia menekankan bahwa KIH tidak hanya ditujukan bagi pelaku usaha besar, tetapi juga berupaya memberdayakan pelaku usaha mikro melalui kemitraan dalam rantai nilai halal. "Usaha mikro kecil dan menengah perlu didorong untuk menjadi pemasok bahan baku bagi pelaku usaha besar di KIH," tambahnya. ANTARA