**Borneonews - Kota Bogor**, Pemerintah Kota Bogor, melalui Penjabat Wali Kota Hery Antasari, memastikan bahwa warga yang terdampak oleh bencana yang terjadi akibat hujan deras dan angin kencang pada Senin, 2 September 2024, telah mendapatkan penanganan yang tepat. Salah satu korban yang terluka, Eneng (43 tahun), yang berada di Kelurahan Cikaret, juga sudah ditangani.
Hery menyampaikan, "Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya terdapat satu korban luka yang mengalami cedera di bagian kepala. Berdasarkan laporan dari Puskesmas dan RSUD, korban telah menjalani pemeriksaan ulang dan dinyatakan tidak mengalami luka serius. Saat ini, ia sedang beristirahat, dan saya juga sudah menengok kondisinya."
Lebih lanjut, Hery menjelaskan bahwa bencana alam adalah peristiwa yang sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, sebagai langkah proaktif, ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor beserta perangkat daerah lainnya untuk selalu dalam keadaan siaga. Mereka diharapkan bisa melakukan koordinasi yang intensif guna memantau perkembangan situasi.
"Saya berharap semua pihak dapat memantau informasi dari *BMKG*. Ketika kondisi cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda awan gelap, maka setiap individu harus siap untuk bertindak dan mengingatkan warga agar tetap waspada. Kita tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi, namun kita juga tidak bisa memprediksi dengan tepat. Oleh karena itu, tindakan antisipasi sangatlah penting," tegas Hery.
Di sisi lain, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, menjelaskan mengenai dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Barat, termasuk di wilayah Bogor Raya pada tanggal 2 September 2024. Ia menjelaskan bahwa selama periode tersebut, terjadi hujan yang sangat lebat hingga ekstrem di daerah tersebut.
"Dari analisis yang dilakukan, kami mencatat bahwa hujan dengan intensitas tinggi terjadi di delapan pos pengamatan di Kota dan Kabupaten Bogor," kata Rakhmat.
Ia juga mengungkapkan bahwa telah dilakukan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, mengikuti rekomendasi serta memperhatikan prakiraan cuaca ke depannya.
Berdasarkan data yang ada, Rakhmat menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini terjadi akibat suhu permukaan laut di sebagian wilayah perairan Indonesia yang relatif hangat. Hal ini berdampak pada meningkatnya suplai uap air yang menuju ke daerah Jawa Barat.
"Dari hasil interpretasi citra radar, citra satelit, serta pengukuran curah hujan, kami mengamati pertumbuhan awan konvektif jenis *Cumulonimbus*. Hal ini menyebabkan hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrim disertai angin kencang yang terjadi pada sore hingga malam hari di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor," pungkas Rakhmat.
ANTARA
Penanganan Warga Terdampak Bencana Cuaca Ekstrem di Bogor
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Komentar (0)
Memuat komentar…







