MATARAM –
**Borneonews - Sembalun**, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah merancang serangkaian tindakan untuk menjalankan program wisata pendakian yang bebas dari sampah, yang akan mulai diterapkan pada tahun 2025. Kepala Balai TNGR, Yarman, mengungkapkan bahwa program *zero waste* ini bertujuan untuk meminimalisir potensi sampah yang diangkut selama pendakian ke Gunung Rinjani. Rencana ini akan dilaksanakan setelah penutupan pendakian selama tiga bulan yang rutin dilakukan setiap tahun antara bulan Januari hingga Maret, memberikan kesempatan bagi alam sekitar untuk pulih sebelum aktivitas kembali dibuka pada bulan April. Saat ini, pihak Taman Nasional telah menetapkan tiga standar operasional prosedur yang berkaitan dengan pendakian, pengelolaan sampah, dan evakuasi pendaki. Yarman menambahkan bahwa penerapan pedoman ini menunjukkan kesiapan pengelolaan wisata pendakian menuju pencapaian target nol sampah. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah penggunaan boks makanan untuk mengurangi potensi sampah yang dihasilkan selama pendakian. Balai TNGR menegaskan bahwa tidak akan ada pendaki yang diperbolehkan membawa bungkus makanan sekali pakai saat mendaki. Sebagai solusinya, boks makanan akan disediakan di pintu masuk sebelum pendaki memulai perjalanan mereka menuju puncak. Jika pendaki membawa makanan atau minuman instan dari rumah, mereka diwajibkan untuk menanggalkan kemasan tersebut dan menggantinya dengan boks yang dapat digunakan kembali. Dalam mendukung inisiatif ini, Balai Taman Nasional juga melibatkan masyarakat lokal untuk menyediakan makanan dan minuman dalam boks guna ulang. Dengan cara ini, diharapkan dapat mengurangi sampah plastik di area Gunung Rinjani. Selain itu, produk pertanian dari masyarakat setempat akan disajikan dalam bentuk makanan siap saji, yang dapat diakses di dekat resort pendakian atau pos II. Dalam upaya menjaga kebersihan, Yarman menyatakan bahwa untuk mencapai pendakian yang bersih harus dimulai dari pintu masuk sampai pintu keluar. Memang, penerapan kebijakan ini akan memerlukan ketegasan dari petugas, yang dapat menjadi tantangan tersendiri. Di tahun 2023, jumlah kunjungan pendakian ke Gunung Rinjani tercatat mencapai sekitar 140 ribu orang. Dari kunjungan tersebut, Taman Nasional berhasil mengumpulkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp14,7 miliar, serta menciptakan perputaran uang di masyarakat yang mencapai Rp79 miliar. Gunung Rinjani memiliki enam jalur pendakian, dan ditetapkan bahwa jumlah maksimal pendaki yang diperbolehkan setiap harinya adalah 400 orang. ANTARA